Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2020

10+ Kumpulan Puisi Bahasa Inggris Tentang Ibu dan Artinya


Puisi Tentang Ibu – Ibu merupakan seseorang wanita yang sangat kita cintai di dunia ini, banyak sekali jasa dan kasih sayang yang tulus selalu diberikanya kepada kita.





Seorang ibu tidak memerlukan kita membalasanya dengan uang atau materi atas semua kasih sayang yang telah diberikannya kepada kita, karena dia memberikan semua itu dengan tulus.





Pada Postingan kali ini Admin ingin memberikan, 10+ Puisi Bahasa Inggris tentang ibu, dengan artinya. Sangat Cocok sekali untuk kamu jadikan pesan kepada Ibu, hanya untuk sekedar memberitahunya bahwa kalian sangat mencintainya.





dan juga bisa kalain berikan Puisi tentang ibu disaat hari yang special yaitu Hari Ibu (Mother Day), yuk tunjukan kecintaan mu kepada ibu, dengan puisi-puisi ini.





 





Puisi Tentang ibu





Dear Mom..






Since the day I was small
Till the day I became tall
Since I began understanding things
Till the day I got my own wings
Your love has never fallen short
You have been my only support
I want to hold you tight and hug you
I just want to say thank you.






Hai ibu..





Sejak aku kecil
Sampai hari aku menjadi tinggi
Sejak aku mulai memahami banyak hal
Sampai hari aku punya sayap sendiri
Cintamu tidak pernah gagal
Kamu selalu mendukung ku
Aku ingin memelukmu erat dan memelukmu
Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih.





 





HER HANDS






Her hands held me gently from the day I took my first breath.
Her hands helped to guide me as I took my first step.
Her hands held me close when the tears would start to fall.
Her hands were quick to show me that she would take care of it all.

Her hands were there to brush my hair, or straighten a wayward bow.
Her hands were often there to comfort the hurts that didn’t always show.
Her hands helped hold the stars in place, and encouraged me to reach.
Her hands would clap and cheer and praise when I captured them at length.

Her hands would also push me, though not down or in harm’s way.
Her hands would punctuate the words, just do what I say.
Her hands sometimes had to discipline, to help bend this young tree.
Her hands would shape and mold me into all she knew I could be.

Her hands are now twisting with age and years of work,
Her hand now needs my gentle touch to rub away the hurt.
Her hands are more beautiful than anything can be.
Her hands are the reason I am me.






TANGANNYA





Tangannya memegang saya dengan lembut sejak hari saya menarik napas pertama.
Tangannya membantu membimbing saya ketika saya mengambil langkah pertama saya.
Tangannya memelukku erat ketika air mata mulai jatuh.
Tangannya cepat menunjukkan kepada saya bahwa dia akan mengurus semuanya.





Tangannya ada di sana untuk menyisir rambutku, atau meluruskan busur yang bandel.
Tangannya sering ada di sana untuk menghibur rasa sakit yang tidak selalu muncul.
Tangannya membantu menahan bintang-bintang di tempatnya, dan mendorongku untuk menggapainya.
Tangannya akan bertepuk tangan dan bersorak dan memuji ketika saya menangkapnya panjang lebar.





Tangannya juga akan mendorongku, meskipun tidak jatuh atau dalam bahaya.
Tangannya akan menandakan kata-kata itu, lakukan saja apa yang aku katakan.
Tangannya terkadang harus disiplin, untuk membantu menekuk pohon muda ini.
Tangannya akan membentuk dan membentukku menjadi seperti yang dia tahu.





Tangannya sekarang berputar dengan usia dan tahun kerja,
Tangannya sekarang membutuhkan sentuhan lembutku untuk menghilangkan rasa sakit.
Tangannya lebih cantik dari apa pun.
Tangannya adalah alasan aku adalah aku.





 





A Poem For Mom






You are the sunlight in my day.
You are the moon I see far away.
You are the tree I lean upon.
You are the one that makes troubles be gone.
You are the one who taught me about life,
How not to fight and what is right.
You are the words inside my song.
You are my love, my life, my mom.
You are the one who cares for me.
You are the eyes that help me see.
You are the one who knows me best,
When it’s time to have fun and time to rest.
You are the one who has helped me to dream.
You hear my heart and you hear my screams.
Afraid of life but looking for love.
I’m blessed, for God sent you from above.
You are my friend, my heart, and my soul.
You are the greatest friend I know.
You are the words inside my song.
You are my love, my life, my mom






Puisi untuk ibu





kamu adalah sinar matahari di hari ku.
kamu adalah bulan yang ku lihat jauh.
kamu adalah pohon tempat ku berskamur.
Kaulah yang membuat masalah hilang.
kamu adalah orang yang mengajari ku tentang kehidupan,
Bagaimana tidak bertarung dan apa yang benar.
kamu adalah kata-kata di dalam lagu ku.
Kamu adalah cintaku, hidupku, ibuku.
Kaulah yang peduli padaku.
kamu adalah mata yang membantu ku melihat.
Kaulah yang paling mengenal ku,
Saatnya bersenang-senang dan istirahat.
Kaulah yang telah membantuku bermimpi.
Kamu mendengar hatiku dan kamu mendengar teriakanku.
Takut hidup tetapi mencari cinta.
ku diberkati, karena Tuhan mengutus kamu dari atas.
kamu adalah teman ku, hati ku, dan jiwa ku.
kamu adalah teman terbaik yang ku kenal.
kamu adalah kata-kata di dalam lagu ku.
Kamu adalah cintaku, hidupku, ibuku





 





All You Are To Me






Thank you, Mom…
for the love, strength, and care,
for in this world that is quite rare.
For being my guardian and my guide
on those sad days when I cried.

I’m proud of you because…
you never gave up hope when the times were hard.
You kept going forward through it all, yard by yard.
You have never let others change who you are.
You have always shown me that you’re my favorite star.
You move through the unknown with strength,
no matter how far the length.

I would have never been here today….
without your motherly advice,
without your ultimate sacrifice.
Without the support I needed,
I never would have succeeded.
Without your unbounded love,
I could never stay above.

I just wanted you to know….
I will always stand by your side.
I will give back and be your guide.
I will fight for you in the hard times,
even if all I have are a few dimes.
I will never lose my faith in you.
My love for you is always true.

I will always be there
on those days you are hurt and sad
and you feel everything is going bad.
I will hold you in my arms and say
I’m glad to be with you here today.
When you feel you are alone,
I will be your chaperone.






Semua untuku





Terima kasih IBU…
untuk cinta, kekuatan, dan perhatian,
karena di dunia ini itu cukup langka.
Karena menjadi wali dan penuntun aku
pada hari-hari sedih ketika aku menangis.





Aku bangga padamu karena …
kamu tidak pernah menyerah harapan ketika masa sulit.
kamu terus maju melewati itu semua, halaman demi halaman.
kamu tidak pernah membiarkan orang lain mengubah diri kamu.
kamu selalu menunjukkan kepada aku bahwa kamu adalah bintang favorit aku.
kamu bergerak melalui yang tidak dikenal dengan kekuatan,
tidak peduli seberapa jauh panjangnya.





aku tidak akan pernah ke sini hari ini ….
tanpa saran keibuan kamu,
tanpa pengorbanan utama kamu.
Tanpa dukungan yang aku butuhkan,
aku tidak akan pernah berhasil.
Tanpa cintamu yang tak terbatas,
aku tidak pernah bisa tinggal di atas.





Aku hanya ingin kamu tahu ….
Aku akan selalu berdiri di sisimu.
aku akan memberikan kembali dan menjadi pemandu kamu.
Aku akan berjuang untukmu di masa-masa sulit,
bahkan jika yang aku miliki hanyalah beberapa dime.
aku tidak akan pernah kehilangan kepercayaan pada kamu.
Cintaku untukmu selalu benar.





aku akan selalu ada
pada hari-hari itu kamu terluka dan sedih
dan kamu merasa semuanya berjalan buruk.
Aku akan memelukmu dalam pelukanku dan berkata
aku senang bisa bersama kamu di sini hari ini.
Ketika kamu merasa kamu sendirian,
Aku akan menjadi pendampingmu.





Jadi, terima kasih, Bu.
Aku sangat mencintaimu!
Jangan pernah lupa, dukungan dan cinta yang aku miliki untuk kamu tidak akan pernah berkurang.
kamu adalah salah satu orang terkuat yang aku kenal,
jadi jangan biarkan keputusan jahat orang lain atau tindakan ceroboh
ubah siapa kamu hari ini.
kamu lebih baik dari mereka semua dan lebih kuat dalam segala hal.





 





Guardian Angel






You make the sun shine on a cloudy day
When I’m sick you kiss the pain away
Your tender voice took away my fears
Your hand that wiped away my tears
The love you give so honest and pure
Keeping me forever safe and secure
You make flowers bloom in the spring
It was you who fixed my broken wing
Mom, because of you I now know love
My guardian angel from above






Malaikat penjaga





kamu membuat matahari bersinar pada hari yang mendung
Saat aku sakit, kau mencium rasa sakitnya untuk menghilangkan nya
Suara lembutmu menghilangkan rasa takutku
Tanganmu yang menghapus air mataku
Cinta yang kamu berikan begitu jujur ​​dan murni
Menjaga ku selamanya tetap aman
kamu membuat bunga mekar di musim semi
Kaulah yang memperbaiki sayapku yang patah
Bu, karenamu sekarang aku tahu cinta
Malaikat pelindung saya dari atas





 





Without You






Mom, without you, there would be no me.
Your love, your attention, your guidance,
have made me who I am.
Without you, I would be lost,
wandering aimlessly,
without direction or purpose.
You showed me the way
to serve, to accomplish, to persevere.
Without you, there would be an empty space
I could never fill, no matter how I tried.
Instead, because of you,
I have joy, contentment, satisfaction and peace.
Thank you, mom.
I have always loved you
and I always will






Tanpamu





Bu, tanpamu, tidak akan ada diriku.
Cinta mu, perhatian mu, bimbingan mu,
telah menjadikan aku siapa aku.
Tanpamu, aku akan tersesat,
berkeliaran tanpa tujuan,
tanpa arah atau tujuan.
kamu menunjukkan aku jalannya
untuk melayani, untuk mencapai, untuk bertahan.
Tanpa mu, akan ada ruang kosong
aku tidak pernah bisa mengisi, tidak peduli bagaimana aku mencoba.
Sebaliknya, karena kamu,
aku memiliki kegembiraan, kepuasan,dan kedamaian.
Terima kasih IBU.
Aku selalu mencintaimu
dan aku akan selalu melakukannya





 





You Let Me Know You Love Me






You let me know you love me
In so many different ways.
You make me feel important
With encouragement and praise.


You’re always there when I need you
To comfort and to care.
I know I’m in your thoughts;
Your love follows me everywhere.


Thank you for all you’ve done
And given so generously.
I love you, my wonderful mother;
You’re a heaven-sent blessing to me.






Kamu biarkan aku tahu kamu mencintaiku





Kamu biarkan aku tahu kamu mencintaiku
Dalam banyak hal berbeda.
kamu membuat aku merasa penting
Dengan dorongan dan pujian.





kamu selalu ada ketika aku membutuhkan kamu
Untuk menghibur dan mempedulikanku.
aku tahu aku ada di pikiran kamu;
Cintamu mengikutiku ke mana-mana.





Terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan
Dan kau diberikan dengan murah hati.
Aku mencintaimu, ibuku yang luar biasa;
Kau adalah berkat yang dikirim surga bagiku.





 





Thank you Mom






Thank you Mom,
For everything you have done,
Thank you Mom,
For making each day so much fun.

Thank you Mom,
For showing me the way,
Thank you Mom,
For smiling every day.

Thank you Mom,
For always being there,
Thank you Mom,
For showing how much you care.

Thank you Mom,
You’re the very best,
Thank you Mom,
Because you’re none like the rest.

So this day is so special,
Because you’re so special too,
Just remember one thing,
That I do love you.






Terimakasih Ibu





Terima kasih IBU,
Untuk semua yang telah kamu lakukan,
Terima kasih IBU,
Untuk membuat setiap hari sangat menyenangkan.





Terima kasih IBU,
Untuk menunjukkan jalan,
Terima kasih IBU,
Untuk tersenyum setiap hari.





Terima kasih IBU,
Untuk selalu berada di sana,
Terima kasih IBU,
Untuk menunjukkan betapa kamu peduli.





Terima kasih IBU,
Kamu yang terbaik,
Terima kasih IBU,
Karena kamu tidak seperti yang lain.





Jadi hari ini sangat istimewa,
Karena kau juga istimewa,
Hanya ingat satu hal,
Bahwa aku memang mencintaimu.





 





A Mother Day Poem






Another Mother’s Day is here,
Bringing joy and pleasures new,
On this special day, Mother dear,
I want to remember you

I cannot give you costly gifts,
And I’ve told you this before,
No matter what I give to you,
You give back much, much more

I’m giving you a pure, sweet rose,
Gathered in the early morn,
This rose you planted in my heart,
The day that I was born

In kindly, loving thoughts of you,
And with the faith you still impart,
The rose I give to you today,
Is the love that’s in my heart






Puisi Untuk Hari Ibu





Hari ini adalah Hari Ibu,
Membawa kesenangan dan kesenangan baru,
Pada hari istimewa ini, Ibu ku sayang,
Aku ingin mengingatmu





Aku tidak bisa memberi kamu hadiah mahal,
Dan aku sudah katakan ini sebelumnya,
Tidak peduli apa yang ku berikan kepada kamu,
kamu memberi banyak, jauh lebih banyak





Aku memberimu mawar yang murni dan manis,
yang ku dapatkan di pagi hari,
Mawar ini kamu tanam di hatiku,
yaitu haari aku dilahirkan





Dalam pikiran mu yang baik dan penuh kasih,
Dan dengan perasaanmu kamu masih memberi,
Mawar yang kuberikan padamu hari ini,
Adalah cinta yang ada di hati ku





 





Wonderful Mother






God made a wonderful mother,
A mother who never grows old;

He made her smile of the sunshine,
And He molded her heart of pure gold;

In her eyes, He placed bright shining stars,
In her cheeks fair roses you see;

God made a wonderful mother,
And He gave that dear mother to me.






Ibu yang Luar Biasa





Tuhan menciptakan ibu yang luar biasa,
Seorang ibu yang tidak pernah menjadi tua;





Dia membuatnya tersenyum sinar matahari,
Dan Dia membentuk hatinya dari emas murni;





Di matanya Dia menempatkan bintang-bintang yang bersinar terang,
Di pipinya, mawar-mawar cantik terlihat;





Tuhan menciptakan ibu yang luar biasa,
Dan Dia memberikan ibu tersayang itu kepada ku.





 





Mother






You filled my days with rainbow lights,
Fairytales and sweet dream nights,
A kiss to wipe away my tears,
Gingerbread to ease my fears.
You gave the gift of life to me
And then in love, you set me free.
I thank you for your tender care,
For deep warm hugs and being there.
I hope that when you think of me
A part of you
You’ll always see.






Ibu..





Kamu mengisi hari-hariku dengan cahaya pelangi,
Dongeng dan mimpi indah,
Ciuman untuk menghapus air mata Ku,
Kue untuk meredakan ketakutan Ku.
Kamu memberi hadiah hidup kepada Ku
Dan kemudian dalam cinta, Kamu membebaskan Ku.
Ku berterima kasih atas perhatian Kamu,
Untuk pelukan hangat yang dalam dan berada di sana.
Ku harap ketika Kamu memikirkan Ku
Bagian dari dirimu
Kamu akan selalu melihat.





 





Itulah dia 10+ Puisi Bahasa Inggris tentang Ibu dan artinya, semoga bisa menjadikan referensi buat kalian untuk disampaiakn kepada ibu kalian.



Sumber er.com

Rabu, 12 Agustus 2020

+30 Kumpulan Puisi Chairil Anwar yang bisa menginspirasi hidupmu.









Kumpulan puisi karya Chairil Anwar, Si Binatang Jalang yang menolak dilupakan.






Mengenang Karya-Karyanya yang Melegenda


Kumpulan puisi Chairil anwar


MANJAKAN. Kumpulan puisi karya Chairil Anwar yang bisa menginspirasi hidupmu, Chairil anwar merupakan sosok yang sangat terkenal di bidang puisi indonesia, Salah satunya adalah Puisi AKU dari chairil anwar, menjadi salah satu properti penting di Film AADC (Ada apa dengan cinta), Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan sebagai pelopor Angkatan 45 dan puisi modern Indonesia oleh H.B. Jassin. Karya-karyanya begitu berpengaruh pada berkembangnya puisi kontemporer di Indonesia.


Berikut ini detail biodata Chairil Anwar yang bersumber dari Wikipedia,


Nama Lengkap: Chairil Anwar
Tanggal Lahir: 26 Juli 1922
Tempat Lahir: Medan, Indonesia
Pekerjaan: Penyair
Kebangsaan: Indonesia
Orang tua: Ayah – Toeloes dan Ibu – Saleha


Diperkirakan ada 96 karya termasuk 70 puisi yang telah ia ciptakan semasa hidupnya yang cuma 27 tahun itu. Hampir semua karyanya merujuk pada kematian seolah ia telah menyadari akan mati muda seperti yang dikemukakan oleh kritikus sastra indonesia asal Belanda, A. Teeuw tetapi selain itu masih ada puisinya yang bertema puisi motivasi, puisi kehidupan, puisi tentang kehidupanku, puisi cinta, puisi tanah air, puisi rindu.


Kebanyakan dari karya-karyanya tidak dipublikasikan hingga kematiannya. Puisi terakhirnya berjudul Cemara Menderai Sampai Jauh, sedangkan puisinya yang paling terkenal berjudul Aku dan Krawang-Bekasi. 


Inilah kumpulan puisi karya Chairil Anwar paling populer dan menginspirasi.




 

#1. Aku



Aku


Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau


Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang


Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang


Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
hingga hilang pedih peri


Dan aku akan lebih tidak peduli


Aku mau hidup seribu tahun  lagi


Maret 1943



#2. Diponegoro



Diponegoro


Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali


Dan bara kagum menjadi api


Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.


MAJU


Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.


Sekali berarti
Sudah itu mati.


MAJU


Bagimu Negeri
Menyediakan api.


Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas


Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai.


Maju.
Serbu.
Serang.
terjang


Februari 1943



#3. Krawang-Bekasi



Krawang-Bekasi


Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.


Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan berdegap hati?


Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.


Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan 4-5 ribu nyawa


Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu


Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan


Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa,


Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata


Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak


Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir


Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian


Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi



#4. Sia-Sia


puisi chairil anwar 11

 


taktiktuk.ga



Sia-Sia


Penghabisan kali itu kau datang
membawaku karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
darah dan suci
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan: Untukmu.


Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.


Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.


Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.



#5. Derai-Derai Cemara



Derai-Derai Cemara


Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam


Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini


Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah



#6. Senja di Pelabuhan Kecil



Senja di Pelabuhan Kecil


Kepada Sri Ajati


Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut


Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.


Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempar, sedu penghabisan bisa terdekap



#7. Doa



Doa


Kepada pemeluk teguh


Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu


Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh


cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi


Tuhanku


aku hilang bentuk
remuk


Tuhanku


aku mengembara di negeri asing


Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling



#8. Tak Sepadan



Tak Sepadan


Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kimpoi, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasvéros.


Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pinti terbuka.


Jadi baik juga kita pahami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggak rangka.


Februari 1943



#9. Di Mesjid



Di Mesjid


Kuseru saja Dia
Sehingga datang juga


Kami pun bermuka-muka.


Seterusnya Ia Bernyala-nyala dalam dada.
Segala daya memadamkannya


Bersimbah peluh diri yang tak bisa diperkuda


Ini ruang
Gelanggang kami berperang.


Binasa-membinasa
Satu menista lain gila



#10. Persetujuan dengan Bung Karno


bung karno chairil anwar

 


islampos.com



Persetujuan dengan Bung Karno


Ayo! Bung Karno kasih tangan, mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
Dipanggang di atas apimu, digarami lautmu
Dari mulai 17 Agustus 1945


Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api, Aku sekarang laut


Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu, di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu, di uratku kapal-kapal kita betolak dan berlabuh



#11. Cintaku Jauh di Pulau



Cintaku Jauh di Pulau


Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri


Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut tenang, tapi terasa
aku tidak akan sampai padanya.


Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”


Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama kan merapuh!
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!


Manisku jauh di pulau,
kalau kumati, dia mati iseng sendiri.



#12. Cinta dan Benci



Cinta dan Benci


Aku tidak pernah mengerti
Banyak orang menghembuskan cinta dan benci
Dalam satu napas


Tapi sekarang aku tahu
Bahwa cinta dan benci adalah saudara
Yang membodohi kita, memisahkan kita


Sekarang aku tahu bahwa
Cinta harus siap merasakan sakit
Cinta harus siap untuk kehilangan
Cinta harus siap untuk terluka
Cinta harus siap untuk membenci


Karena itu hanya cinta yang sungguh-sungguh mengizinkan kita
Untuk mengatur semua emosi dalam perasaan


Setiap emosi jatuh… Keluarlah cinta


Sekarang aku mengetahui implikasi dari cinta
Cinta tidak berasal dari hati
Tapi cinta berasal dari jiwa
Dari zat dasar manusia


Ya, aku senang telah mencintai
Karena dengan melakukan itu aku merasa hidup
Dan tidak ada orang yang dapat merebutnya dariku



#13. Sajak Putih



Sajak Putih


Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi


Malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku


Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah



#14. Selamat Tinggal



Selamat Tinggal


Ini muka penuh luka
Siapa punya?


Kudengar seru menderu
Dalam hatiku
Apa hanya angin lalu?


Lagi lain pula
Menggelepar tengah malam buta


Ah..!!!


Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal..!!!
Selamat tinggal…!!



#15. Sebuah Kamar



Sebuah Kamar


Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau lebih banyak tahu.
“Sudah lima anak bernyawa di sini,
Aku salah satunya!”


Ibuku tertidur dalam tersendu,
Keramaian penjara sepi selalu,
Bapakku sendiri terbaring jemu
Matanya menatap orang tersalib di batu!


Sekeliling dunia bunuh diri!
Aku minta adik lagi pada
Ibu dan bapakku, karena mereka berada
di luar hitungan: Kamar begini,
3 x 4 m, terlalu sempit buat meniup nyawa!



#16. Rumahku


rumah gadang chairil anwar


Rumahku


Rumahku dari unggun timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Kulari dari gedong lebar halaman


Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah kudirikan ketika senja kala
Di pagi terbang entah ke mana
Rumahku dari unggun timbun sajak


Di sini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi
Tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu



#17. Kepada Peminta-minta



Kepada Peminta-minta


Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku


Jangan lagi kau bercerita
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari muka
Sambil berjalan kau usap juga


Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah


Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku


Baik, baik, aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku



#18. Prajurit Jaga Malam



Prajurit Jaga Malam


Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu…
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!



#19. Yang Terampas dan Yang Terputus



Yang Terampas dan Yang Terputus


kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu


di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin


aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang


tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku



#20. Cerita Buat Dien Tamaela



Cerita Buat Dien Tamaela


Beta Pattiradjawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu.


Beta Pattiradjawane
Kikisan laut
Berdarah laut.


Beta Pattiradjawane
Ketika lahir dibawakan
Datu dayung sampan.


Beta Pattiradjawane, menjaga hutan pala.
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama.


Dalam sunyi malam ganggang menari
Menurut beta punya tifa,
Pohon pala, badan perawan jadi
Hidup sampai pagi tiba.


Mari menari!
mari beria!
mari berlupa!


Awas jangan bikin beta marah
Beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu!


Beta ada di malam, ada di siang
Irama ganggang dan api membakar pulau….


Beta Pattiradjawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu.


1946



#21. Hampa



Hampa


Kepada sri


Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.


Sepi.


Tambah ini menanti jadi mencekik…
Memberat-mencekung punda…
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.



#22. Kawanku dan Aku



Kawanku dan Aku


Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan


Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat


Siapa berkata-kata…?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga


Dia bertanya jam berapa?


Sudah larut sekali
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti.



#23. Kepada Kawan



Kepada Kawan


Sebelum ajal mendekat dan menghianat
Mencengkam dari belakang ketika kita tidak melihat
Selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa


Belum bertugas kecewa dan gentar belum ada
Tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam
Layar merah berkibar hilang dalam kelam
Kawan, mari kita putuskan kini di sini
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri


Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju
Jangan tembatkan pada siang dan malam


Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat
Tidak minta ampun atas segala dosa
Tidak memberi pamit siapa saja


Jadi
Mari kita putuskan sekali lagi
Ajal yang menarik kita, kan merasa angkasa sepi
Sekali lagi kawan, sebaris lagi
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu…!!



#24. Lagu Siul



Lagu Siul


Laron pada mati
Terbakar di sumbu lampu
Aku juga menemu
Ajal di cerlang caya matamu
Heran! ini badan yang selama berjaga
Habis hangus di api matamu
‘Ku kayak tidak tahu saja.


II


Aku kira
Beginilah nanti jadinya:
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros


Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta,
Tak satu juga pintu terbuka.


Jadi baik kita padami


Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa,
Aku terpanggang tinggal rangka


 


25 November 1945



#25. Tuti Artic


puisi chairil anwarKumpulan puisi cahiril anwar


Tuti Artic


Antara bahagia sekarang dan nanti jurang ternganga,
Adikku yang lagi keenakan menjilati es artic;
Sore ini kau cintaku, kuhiasi dengan susu + coca
cola.
Isteriku dalam latihan: kita hentikan jam berdetik.


Kau pintar benar bercium, ada goresan tinggal
terasa
– ketika kita bersepeda kuantar kau pulang –
Panas darahmu, sungguh lekas kau jadi dara,
Mimpi tua bangka ke langit lagi menjulang.


Pilihanmu saban hari menjemput, saban kali
bertukar;
Besok kita berselisih jalan, tidak kenal tahu:
Sorga hanya permainan sebentar.


Aku juga seperti kau, semua lekas berlalu
Aku dan Tuti + Greet + Amoi… hati terlantar,
Cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar.


1947



#26. Puisi Kehidupan



Puisi Kehidupan


Hari hari lewat, pelan tapi pasti


Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan
Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku


Ya Allah


Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?


Ya Allah….


Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…
Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…
Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
Ijikanlah



#27. Nisan



Nisan


Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta.




#28. Aku Berada Kembali




Aku berada kembali. Banyak yang asing:
air mengalir tukar warna, kapal-kapal, elang-elang
serta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain;


rasa laut telah berubah dan kupunya wajah
juga disinari matari
lain.


Hanya
Kelengangan tinggal tetap saja.
Lebih lengang aku di kelak-kelok jalan;
lebih lengang pula ketika berada antara
yang mengharap dan yang melepas.


Telinga kiri masih terpaling
ditarik gelisah yang sebentar-sebentar seterang guruh.



#29. Dari dia



Jangan salahkan aku, kau kudekap
bukan karena setia, lalu pergi gemerencing ketawa!
Sebab perempuan susah mengatasi
keterharuan penghidupan yang ‘kan dibawakan
padanya…


Sebut namaku! ‘ku datang kembali ke kamar
Yang kautandai lampu merah, kaktus di jendela,
Tidak tahu buat berapa lama, tapi pasti di senja samar
Rambutku ikal menyinar, kau senapsu dulu kuhela


Sementara biarkan ‘ku hidup yang sudah
dijalinkan dalam rahsia…



#30. Nocturno



Aku menyeru – tapi tidak satu suara
membalas, hanya mati di beku udara.
Dalam diriku terbujur keinginan,
juga tidak bernyawa.
Mimpi yang penghabisan minta tenaga,
Patah kapak, sia-sia berdaya,
Dalam cekikan hatiku


Terdampar…
Menginyam abu dan debu
Dari tinggalannya suatu lagu.
Ingatan pada Ajal yang menghantu.
Dan demam yang nanti membikin kaku….


……………………………………………………….


Pena dan penyair keduanya mati,
Berpalingan!






 




#31. Penerimaan



Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati


Aku masih tetap sendiri


Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi


Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani


Kalau kau mau kuterima kau kembali
Untukku sendiri tapi


Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.





 





**




Tentunya asih banyak lagi kumpulan puisi karya Chairil Anwar yang tetap melegenda, namun tentu halaman ini tak akan sanggup menampung seluruh karya-karyanya. Maka kita pilih +30 Kompulan Puisi Chairil Anwar puisi untuk memancing inspirasi…





 







 



Sumber er.com

Selasa, 04 Agustus 2020

Lakukan 7 Langkah Ini untuk Mahir Membaca Puisi

Cara Membaca Puisi – Puisi, suatu karya sastra yang indah dan syarat akan makna.


Menulis puisi memiliki beberapa perbedaan dengan menulis karya sastra lainnya termasuk kata-kata yang digunakan tidak merujuk langsung pada maksud puisi sebenarnya.


Berisi banyak kata-kata kiasan serta penggunaan majas memang mampu membuat para pembacanya menerkah-nerkah maksud puisi tersebut.


Puisi biasanya terikat oleh rima dan baris, tetapi puisi modern kini lebih bebas dan tidak lagi terikat oleh keduanya.


Puisi biasanya bertujuan sebagai curahan hati penulis, penyampai nasihat, larangan dan ajakan.


Tidak hanya dalam menulis, membaca pun memiliki beberapa teknik khusus apalagi untuk kamu yang membacakan didepan umum.


Berbeda halnya dengan membacakan pidato atau karya sastra lainnya, karena mengungkap perasaan hati penulis, dalam membacakan sebuah puisi pembaca diharapkan mampu menyampaikan pesan puisi dan membawa para audiens untuk terbawa suasana.


Membacakan puisi didepan khalayak ramai memang bukan perkara yang mudah apalagi tanpa teks.


Selain penjiwaan yang harus sesuai kadang kala rasa grogi juga dapat menjadi faktor yang sering mengancam keberhasilan membawakan puisi.





Cara Membaca Puisi yang Baik dan Menarik


Untuk kamu yang ingin sukses dan mahir membaca puisi beberapa hal ini harus mampu kamu kuasai.


Walaupun sulit jika kamu ingin belajar, dalam hitungan menit setelah membaca artikel ini kamu akan tahu cara membaca puisi yang benar.


Lalu hal apa saja yang harus kamu perhatikan? Mari kita simak beberapa point berikut!


[lwptoc skipHeadingLevel=”h2″]


1. Pelafalan


Pelafalan merupakan bagian yang sangat penting dalam pembacaan puisi dimana sebelum membacakan puisi kamu harus memperhatikan suku kata yang terkandung dalam puisi yang hendak kamu baca.


Kamu juga harus menyesuaikan pelafalan kata-kata tersebut dengan tema dan perasaan yang dituliskan oleh penulis.


Misalnya saat membawakan puisi dengan tema kerusakan alam, kamu dapat melafalnya dengan sedih.


Dalam pelafalan, kamu harus dapat membaca puisi dengan perasaan, tetapi tidak mengurangi kejelasan huruf vocal dalam puisi.


2. Artikulasi dan Intonasi


Artikulasi sendiri berarti kejelasan dalam pelafalan huruf.


Huruf yang dimaksudkan seperti huruf-huruf vocal AIUEO.


Hal ini pula yang dimaksudkan sebagai pembawaan kejelasan huruf dalam pelafalan.


Selain artikulasi, hal lain yang tidak kalah penting dalam pembacaan adalah intonasi.


Dalam intonasi inilah kita harus mampu mengatur kuat lemahnya volume suara kita serta ketepatan cepat lambatnya pembacaan.


Saat tema puisi yang kita bacakan sedih maka kita harus membacanya dengan perasaan sedih dan begitu sebaliknya saat tema puisi gembira kita sampaikan dengan intonasi gembira.


Untuk pembaca puisi pemula sebaiknya mencoba dengan puisi bertema gembira, selain penjiwaan yang lebih mudah didapatkan pilihan ini juga dapat menenangkan pembaca saat merasakan demam panggung.


Penentuan kuat lemahnya volume suara juga harus diperhatikan sejak awal.


Kamu tidak harus berteriak saat tema puisi yang kamu bawakan sedih, justru kamu harus membawakannya dengan suara yang lembut dan sebaliknya saat harus membawakan suasana marah kamu harus berteriak.


Dalam berintonasi juga sangat penting memperhatikan kecepatan dan kelambatan dalam pembacaan.


Hal ini akan mempengaruhi pembaca dalam menangkap maksud puisi yang kita bacakan.


Dalam mengatur kecepatan dan kelambatan membacakan puisi dapat kamu temukan ketepatannya jika sering berlatih.


3. Sikap


Selanjutnya yaitu sikap, selain suara kita yang akan didengar penonton, hal lain yang akan mereka amati adalah sikap kecuali jika kita hanya menyampaikan pembacaan dengan teknik audio visual saja.


Dalam hal sikap ini membaca harus mampu bersikap tenang dan harus menguasai puisi sehingga tidak memunculkan sikap gugup.


Dengan bersikap tenang pembaca juga diharapkan mendapatkan perhatian yang positif dari para penonton.


4. Mimik atau Ekspresi


Mimik yang dibawakan oleh pembaca biasanya akan mampu menghipnotis para pembacanya.


Dengan membawakan raut wajah yang sesuai dengan tema puisi biasanya akan mudah mensugest para penonton untuk ikut terbawa suasana puisi.


Setelah didukung oleh intonasi yang sesuai, mimik pembaca juga dapat menjadi media membaca untuk membawa para penontonnya menikmati penampilannya dan mengambil pesan dari puisi yang dibacakan.


Untuk membawakan mimik yang sesuai kamu harus menguasai betul puisi yang hendak kamu baca baik pemahaman makna maupun penyesuaian suasana.


Cara lain yang dapat kamu lakukan dalam melatih mimik wajah yang sesuai sebelum membacakan puisi yaitu dengan berlatih senam wajah.


Kamu dapat berlatih bergantian dengan temanmu atau berlatih didepan cermin.


Saat berlatih membaca puisi usahakan menggunakan segala ekspresi dalam wajahmu.


Kamu bisa mencoba dengan ekspresi senang, sedih hingga marah.


5. Mengatur Pernafasan


Mengatur pernafasan dimaksudkan agar kamu bersikap tenang dan tidak tergesa-gesa.


Kamu harus mampu menyesuaikan pernafasanmu dengan baik.


Nafas yang tergesa-gesa dapat membuat penonton memahami bahwa kamu sangat gugup dan tegang.


Hal ini biasanya terjadi saat awal kamu naik panggung sehingga kamu benar-benar harus memperhatikannya.


Cobalah tarik nafasmu lalu tersenyum atau cobalah melihat teman yang dapat menenangkan perasaanmu.


Setelah beberapa detik merasa cukup tenang maka kamu harus segera membacakan puisimu.


Kamu harus berani, sebab banyak penonton yang sangat menantikan suara indahmu.


6. Tingkatkan Perasaan


Meningkatkan perasaan ini sangat berpengaruh besar terhadap sikap dan mimik wajah yang akan dihasilkan saat membacakan puisi.


Meningkatkan perasaan yang dimaksud yaitu kamu harus mampu menguasai puisi yang hendak kamu baca dan benar-benar menjiwainya.


Cara meningkatkan perasaan adalah membaca puisi dengan perasaan sehingga terasa lebih menjiwai.


Kamu dapat melakukannya dengan sering berlatih dan dengan perasaan yang tenang.


Keberhasilan dalam meningkatkan perasaan tentu akan berdampak pada suksesnya penentuan mimik wajah yang kamu tampilkan saat membacakan puisi.


7. Penguasaan Panggung


Hal selanjutnya yang juga sangat penting yaitu menguasai panggung.


Bahkan rutin latihan yang kamu lakukan dapat sia-sia jika kamu merasa demam panggung dan tidak mampu menguasai panggung.


Disini kamu harus memperhatikan komposisi penontonmu.


Usahakan untuk tidak fokus membaca hanya pada satu arah saja.


Kamu juga harus mampu mengekspresikan dirimu untuk bergerak pada posisi-posisi yang sesuai sehingga kamu tidak terkesan kaku saat membacakan puisi.


Selain tubuh kita, pengaturan jarak antara mulut dengan microfon juga perlu diperhatikan karena jarak yang terlalu dekat dapat menyebabkan suara pecah dan kurang jernih.


Sehingga kamu harus memberi jarak antara mulut dengan mic agar suara yang dihasilkan bagus dan jelas didengar penonton.


Usahakan untuk bergerak berpindah posisi sehingga seluruh penonton dapat melihatmu.


Itu dia 7 langkah mudah yang dapat kamu lakukan untuk mahir membaca puisi.


Pada dasarnya segala hal akan dapat kita lakukan jika kita rutin dan rajin berlatih.


Namun, berlatih tidak akan sempurna jika kita tidak memiliki panduan.


Semoga dengan membaca artikel ini kamu dapat mengetahui harus memulai darimana latihanmu.


Tetaplah optimis karena hanya mereka yang optimislah yang dapat menaklukkan mimpinya.



Sumber er.com

Minggu, 02 Agustus 2020

18 Ciri-Ciri Hikayat Ini Wajib Kamu Ketahui

Ciri-Ciri Hikayat – Hikayat adalah salah satu contoh cerita rakyat yang berasal dari melayu dimana isinya menceritakan tentang hal-hal yang mustahil baik berupa kesaktian, keanehan maupun mukjizat yang dimiliki para tokohnya atau tokoh utama cerita.


Cerita hikayat dapat berupa cerita rekaan yang memiliki banyak makna, nasihat-nasihat serta nilai-nilai kehidupan.


Beberapa contoh hikayat antara lain : Si Miskin, Panji Semirang, Ramayana, Amir Hamzah dan lain sebagainya.





Ciri-Ciri Hikayat dan Penjelasannya


Sebagai salah satu bentuk cerita rakyat yang membedakannya dengan jenis cerita rakyat lainnya, hikayat memiliki beberapa ciri-ciri antara lain yaitu :


[lwptoc skipHeadingLevel=”h2″]

1. Terdapat Kemustahilan dalam Cerita


Kemustahilan dalam cerita berarti terdapat hal-hal yang tidak logis atau hal yang tidak dapat dicerna dengan nalar sehat didalam alur cerita.


Kemustahilan ini dapat berupa bahasa yang digunakan maupun cerita itu sendiri.


2. Menceritakan Kesaktian Para Tokoh


Didalam cerita akan kita temukan hal-hal yang menceritakan tentang kehebatan, keanehan maupun hal-hal mukjizat yang dimiliki para tokohnya.


3. Anonim


Anonim dalam ciri hikayat ini yaitu tidak ditemukannya nama penulis cerita hikayat itu sendiri.


Sehingga cerita tersebut diyakini sebagai suatu cerita yang terjadi begitu saja pada zaman dahulu dan disampaikan melalui lisan ke lisan.


4. Istana Sentris


Hal ini dikarenakan pada umumnya cerita hikayat bercerita tentang kehidupan kerajaan serta menggunakan kerajaan sebagai latar ceritanya.


5. Alur Berbingkai


Alur berbingkai adalah cerita dalam cerita yang disampaikan oleh tokoh dalam cerita.


Cerita itu berupa cerita yang berbeda dengan alur cerita yang disampaikan tokoh didalamnya.


6. Mengandung Nilai Kehidupan


Dalam hikayat biasanya terdapat berbagai nilai kehidupan seperti nilai agama, moral, budaya, sosial, pendidikan, dan keindahan.


Hal ini sangat kita rasakan dalam hikayat karena didalamnya berisi sebagai kehidupan zaman dahulu yang diyakini kebenarannya.


Selain itu hikayat juga berisi pesan-pesan yang dapat diambil manfaatnya baik pesan yang disampaikan oleh tokoh saat berlangsungnya cerita maupun nasihat yang tersirat.


7. Menggunakan Arkais


Arkais adalah kata-kata yang sudah jarang digunakan.


Kata-kata ini dapat berupa kata-kata umum yang dahulu digunakan kemudian mengalami pengubahan dengan penyesuaian arti atau maksud yang sama.


8. Menggunakan Majas


Sebagai bentuk cerita yang menceritakan hal-hal mustahil maupun kehebatan tokoh-tokohnya, hikayat menggunakan majas sebagai hal penting dalam penyampaian ceritanya.


Beberapa majas yang sering digunakan dalam hikayat antara lain seperti : antonomasia, metafora, hiperbola, hingga majas perbandingan.


9. Nama Tokoh Dipengaruhi Nama Arab


Nama para tokohnya biasanya menggunakan nama-nama arab.


10. Karakter Tokoh di Luar Batas


Berisi kehebatan para tokoh sehingga dalam alur cerita tokoh-tokoh dalam hikayat akan digambarkan dengan karakter yang berbeda dengan manusia pada umumnya.


Dalam hal ini karakter yang dimiliki biasanya terkait dengan hal keanehan, kehebatan maupun mukjizat yang dimiliki oleh tokoh.


11. Tidak Ada Pembagian Bab


Dalam cerita hikayat tidak terdapat pembagian bab maupun pembagian judul cerita sehingga dituliskan dengan satu judul saja.


12. Sering Menggunakan Pernyataan Secara Berulang


Pernyataan berulang dalam cerita ini bertujuan sebagai peyakin pendengar dengan kehebatan tokoh yang diceritakan.


13. Bersifat Imajinatif


Hal ini karena didalam cerita terdapat hal-hal aneh yang mustahil sehingga sering kali dianggap hanya terjadi dalam imajinasi.


Namun, pada dasarnya cerita hikayat ini diyakini kebenarannya sebagai hal yang benar-benar terjadi pada masa lalu.


Dalam hal ini pengarang akan membawa pendengar untuk menuju pada dunia khayal.


14. Disampaikan dari Mulut ke Mulut


Cerita hikayat ini tetap ada karena penyampaiannya yang disampaikan dari mulut ke mulut hingga sampai pada generasi saat ini.


Selain sebagai cerita, hal ini juga digunakan sebagai penyampai nasihat dengan cara yang menarik.


15. Bersifat Statis


Cerita dalam hikayat memiliki alur cerita yang tetap atau sama dan tidak mengalami banyak perubahan.


16. Bersifat Komunal


Cerita hikayat diyakini sebagai cerita komunal yaitu suatu cerita yang menjadi milik masyarakat.


Kepemilikan cerita ini biasanya menjadi asal hikayat itu sendiri.


17. Bersifat Tradisional


Dalam alur ceritanya, hikayat berisi tentang hal-hal yang bertujuan meneruskan budaya tradisi yang dianggap baik.


18. Menceritakan Kisah Universal Manusia


Kisah universal manusia yaitu kejadian yang terjadi pada manusia secara menyeluruh seperti kisah peperangan yang sering digambarkan sebagai peperangan antara kebaikan dan kejahatan yang dimenangkan kebaikan.


Setelah membaca 18 ciri ciri hikayat diatas kamu sudah mampu memahami hikayat itu sendiri.


Untuk semakin memperkuat pemahamanmu, cobalah cari sebuah contoh hikayat dari daerahmu baik dengan menanyakan pada orang tuamu maupun melalui kisah-kisah yang sering disampaikan oleh masyarakat sekitar.


Selain berasal dari melayu, hikayat juga dapat berasal dari Jawa, India, dan juga Arab.



Sumber er.com

Jumat, 31 Juli 2020

5 Ciri-Ciri Puisi Rakyat yang Wajib Diketahui

Ciri-Ciri Puisi Rakyat – Puisi rakyat adalah salah satu jenis puisi lama yang diwariskan oleh nenek leluhur dan memuat nila-nilai luhur yang disajikan dengan cara yang mendidik, menghibur, dan dengan kata-kata yang indah.


Puisi rakyat dapat berupa kepercayaan masyarakat hingga menghasilkan mantra dan memiliki aturan panjang pendeknya kata, dan tekanan suara dalam iramanya.





Ciri-Ciri Puisi Rakyat yang Perlu Kamu Pahami


Berikut ini beberapa ciri puisi rakyat antara lain:


[lwptoc skipHeadingLevel=”h2″]

1. Anonim


Pada umumnya puisi ini disampaikan secara turun temurun dari mulut ke mulut sehingga tidak diketahui secara jelas siapa pengarangnya.


2. Terikat Oleh Aturan


Sebagai bentuk puisi lama, puisi rakyat sangat terikat oleh aturan jumlah kata pada barisnya, jumlah baris pada baitnya, serta aturan dalam penempatan pengulangan kata pada rimanya.


3. Bertujuan Mendidik dan Mewariskan Nilai Kehidupan


Kehidupan zaman dahulu sangat kental dengan nilai agama serta norma adat yang berlaku sehingga banyak orang tua yang berupaya mendidik anak-anaknya untuk hidup sesuai dengan aturan-aturan yang ada.


Cara mendidik tersebut dituangkan dalam bentuk puisi yang berisi nilai-nilai kehidupan agar nasehat yang terkandung didalamnya dapat menghibur dan tidak membosankan untuk disampaikan berulang-ulang.


4. Menggunakan Kata-Kata Lama


Dalam puisi rakyat, kita dapat menjumpai kata-kata yang sudah asing digunakan dalam kehidupan masyarakat pada saat ini seperti sauh, niscaya, ayar, tamsik dan kata-kata lainnya.


5. Disampaikan dari Mulut ke Mulut


Puisi rakyat berkembang hingga saat ini karena peran penyampaiannya yang berasal dari mulut ke mulut serta dianggap sebagai bentuk kepercayaan atau nasehat sehingga para anak yang telah menjadi orang tua menyampaikan kembali puisi ini kepada anaknya.


Sebagai puisi lama yang sangat terikat oleh aturan rima dan baris, puisi rakyat juga memiliki beberapa jenis seperti pantun, gurindam, mantra dan syair yang dalam penulisannya haruslah sesuai kaidah-kaidah penulisan yang telah ditetapkan.


Selain berisi tentang nasihat-nasihat kehidupan, puisi lama juga berisi tentang kepercayaan dengan roh halus sehingga dalam jenis mantra selain aturan penulisan penekanan suara dalam membacakan puisi tersebut sangat diperhatikan dengan baik.



Sumber er.com

Rabu, 29 Juli 2020

Citraan Dalam Puisi yang Wajib Kamu Ketahui Beserta Contohnya

Citraan Dalam Puisi – Sebuah puisi tentu tidak akan terlepas dari imajinasi sang penyair.


Sebagai karya sastra yang memiliki bahasa indah serta pembacaan yang penuh penghayatan, sebuah puisi haruslah mampu mengaduk-aduk perasaan pembacaan.


Salah satu hal yang harus digunakan dalam puisi yaitu citraan.


Citraan sendiri berupa gambaran-gambaran dalam pikiran maupun gambaran angan-angan penyair yang tidak dapat dipisahkan dari imajinatif penyair.


Citraan ini kita rasakan melalui kaitan penggambaran yang dituliskan oleh penyair sehingga kita merasakan suasana yang berusaha digambarkan penyair.


Sebagai gambaran penyair, citraan dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :


[lwptoc]

1. Citraan Penglihatan


Citraan penglihatan adalah citraan yang ditimbulkan oleh indra penglihatan.


Jenis ini memberi dorongan kepada indra penglihat untuk seolah-olah melihat hal yang sebenarnya tidak terlihat.


Kata-kata yang dapat di gunakan seperti melihat, bak, serupa, bagaikan dan lain sebagainya.


Serupa mawar indah kelopak


Pada rasa engkau bertambat


Mengarung kalbu


Pada gemuruh


(Nur Hafizqi)


2. Citraan Pendengaran


Citraan pendengaran adalah jenis citraan yang menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan suara.


Jenis ini memberi dorongan kepada indra pendengar untuk seolah-olah mendengar hal yang digambarkan penyair.


Kata-kata yang dapah digunakan seperti dendang, tembang, sunyi, dentum, menyanyikan dan lain sebagainya.


Contoh ;


Malam menyanyikan keheningan


Hingga sayup rembulan memancarkan kenanaran


Disudut kota aku meraung


Menikmati sepi yang menghunus


(Nur Hafizqi)


3. Citraan Perabaan atau Taktil


Citraan perabaan adalah jenis citraan dengan menggunakan kata-kata yang seolah-olah dapat di rasakan oleh kulit.


Kata-kata yang dapat di gunakan seperti panas, dingin, kasar, lembut dan lain sebagainya.


Contoh :


Rambutmu teruntai


Memberi kelembutan pada sang jingga


Memadu indah retina yang tersenyap


Dengan kepung awan sore aku tertawan


(Nur Hafizqi)


4. Citraan Penciuman


Citraan penciuman adalah jenis citraan yang berhubungan dengan indra penciuman.


Saat mendengarkan atau membaca puisi kita akan menemukan kata-kata yang terhubung dengan indra penciuman kita.


Kata-kata yang di gunakan seperti bau, mencium dan lain sebagainya.


Contoh :


Kekasih


Perlahan tubuhmu menguapkan bau tanah


Tak lagi mampu kugenggam jemarimu


Tanah telah meremahnya hingga terurai


(Nur Hafizqi)


5. Citraan Pengecapan


Citraan pengecapan adalah jenis citraan yang terhubung dengan indra perasa.


Dalam hal ini penyair menggunakan kata-kata perasa seperti pedas, asin, manis, enak, nikmat dan kata perasa lainnya yang di tuliskan dalam puisinya.


Contoh :


Sepi ini hanya dapat kunikmati


Bersama angin yang menusuk hingga kerelung


Juga kalbu yang mengaung serta tergigit


Kini hanya sepi yang menemani


(Nur Hafizqi)


6. Citraan Gerak


Citraan gerak adalah penggunaan kata-kata yang dapat membuat perasaan seolah-olah sesuatu mengalami pergerakan maupun menggunakan bentuk gerakan pada umumnya.


Contoh :


Bagai menceburkan diri kedalam laut luas


Diriku basah kuyup oleh luka yang kau tanam


Tak tau barang berteguk dengan obat penawar


Naas dihalang duka meradang


(Nur Hafizqi)


7. Citraan Perasaan


Citraan perasaan adalah penggunaan kata dalam puisi yang menggambarkan perasaan penyair.


Pemilihan kata yang digunakan akan membawa pembaca seolah-olah ikut merasakan apa yang dirasakan penulis lewat puisinya.


Perasaan yang disampaikan seperti perasaan sedih, gembira, marah, cemas, ketakutan, kesepian, pilu dan perasaan lainnya.


Contoh :


Lagu sedih ini


Kugaungkan untuk dikau yang terkasih


Mengharap balas tertenun


Namun pilu yang mengunjung


(Nur Hafizqi)


8. Citraan Intelektual


Citraan intelektual adalah jenis citraan yang diciptakan oleh para perkumpulan intelektual.


Contoh :


Bumi ini perempuan jalang


yang menarik laki-laki jantan dan pertapa


ke rawa-rawa mesum ini


dan membunuhnya pagi hari


(Subagio Sastrowardo)


Dalam penulisan puisi seorang penyair harus menggunakan salah satu dari pencitraan yang ada sehingga dapat mendekatkan perasaan pembaca dengan suasana yang ingin didapatkan dalam puisi tersebut.


Bahkan tidak jarang dalam sebuah puisi seorang penyair akan menggabungkan dua pencitraan hingga lebih untuk mendapatkan penyampaian pesan yang sempurna dalam suatu puisi.


Bahkan dalam membacakan puisi di depan umum sangat di butuhkan kemampuan membawaan pencitraan yang ada dalam puisi.



Sumber er.com

Minggu, 26 Juli 2020

Penjelasan Jenis-Jenis Cerita Fiksi

Jenis-Jenis Cerita Fiksi – Cerita fiksi merupakan cerita yang kejadian dalam riwayatnya bersifat fiksi atau tidak nyata (khayalan).


Cerita ini dapat berasal dari karangan penulis maupun pengalaman nyata, baik pengalaman nyata penulis atau orang sekitarnya yang diolah menjadi cerita menarik.





Jenis-Jenis Cerita Fiksi: Contoh dan Penjelasan


Cerita fiksi dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :


[lwptoc skipHeadingLevel=”h2″]

1. Dongeng


Dongeng merupakan cerita fiksi yang bersifat khayalan dan menceritakan hal ajaib yang disampaikan dari mulut kemulut, serta dari generasi ke generasi.


Cerita ini bertujuan menghibur pembacanya, tetapi memiliki pesan-pesan nilai moral yang mendalam.


Dongeng di bedakan menjadi beberapa jenis antara lain :


a. Sage (Saga)


Sage adalah jenis dongeng, yang menjadikan peristiwa masa lalu yang berhubungan dengan sejarah sebagai alur ceritanya.


Contoh :


Lutung Kasarung, dan Calong Arang.


b. Mite


Mite adalah jenis dongeng, yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat setempat terhadap benda gaib, dewa, dewi maupun roh yang dipercayai memiliki kekuatan ghaib.


Contoh ;


Dewi Sri Sebagai Dewi Padi, Putri Tunjung Buih, dan Putri dari Bambu.


c. Legenda


Legenda adalah jenis dongeng yang menceritakan asal-usul terjadinya suatu tempat baik itu wilayah, daerah maupun tempat yang kini dijadikan sebagai objek pariwisata.


Selain itu juga menceritakan kejadian alam maupun terjadinya suatu benda dengan cerita khayalan yang mengandung keajaiban.


Contoh :


Legenda danau Toba, Terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Telaga Warna, Batu Gantung, dan Malin Kundang.


d. Fabel


Fabel adalah jenis dongeng, yang menceritakan kehidupan binatang dengan tingkah laku dan bermasyarakat seperti manusia.


Dalam cerita fabel para binatang dijadikan sebagai tokoh dalam cerita.


Contoh :


Si Kancil dengan Buaya, Kasuari dengan Mara Mahkota dan Burung Bangau.


e. Dongeng Lucu (Cerita Jenaka)


Dongen lucu adalah dongeng humor yang menceritakan tentang seorang tokoh.


Cerita ini berisi kebodohan atau kecerdikan tokohnya dengan cara yang dapat membuat pembacanya tertawa.


Contoh :


Abu Nawas, Si Kabayan, Pak Pandir, Pak Belalang, dan Lebay Malang.


2. Novel


Novel adalah cerita fiksi, yang menceritakan sebahagian kisah hidup seseorang.


Cerita ini akan menceritakan secara panjang hubungan tokoh dengan orang sekitarnya, lengkap dengan penggambaran wataknya.


Didalam novel alur cerita dibuat dengan pro dan kontra, serta memiliki klimaks pada ending.


Contoh :


Koala Kumal, Laskar Pelangi, Dilan, Siti Nurbaya, Ketika Cinta Bertasbih dan Tenggelamnya Kapal Van der Wirjck.


3. Cerita Pendek (CERPEN)


Cerpen adalah cerita fiksi, yang berisi cerita pendek tentang kehidupan seseorang dan dapat selesai baca dalam sekali duduk.


Contoh :


Sepotong Cinta Dalam Diam, Cinta Tak Kunjung Tiba, Oh Mama Oh Papa dan cerpen-cerpen yang dimuat dalam rubrik cerpen surat kabar.


4. Roman


Roman adalah cerita fiksi dengan tema percintaan dan asmara.


Roman juga berisi cerita dengan pesan moral dan bersifat klasik.


Contoh :


Katak Hendak Jadi Lembu, Gadis Empat Zaman, Si Dul Anak Jakarta, Neraka Dunia dan Mencari Pencuri Anak Perawan.


Walau cerita fiksi hanya sebuah kisah yang bersifat khayalan, tetapi cerita ini sangat menghibur untuk dibaca.


Selain itu kamu dapat mengambil banyak pesan kebaikan yang terdapat di dalamnya.


Cerita fiksi biasanya membawa pesan untuk tidak durhaka kepada orang tua, kesetiakawanan, sebuah cinta yang tulus dan saling berkorban serta pesan-pesan kebaikan lainnya yang dapat kita ambil dari pembelajaran sebuah cerita.



Sumber er.com