Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juli 2020

Ciri Ciri Kacang Tanah Ini Wajib Kamu Ketahui

Ciri Ciri Kacang Tanah – Kacang tanah adalah salah satu jenis tanaman polong-polongan yang banyak dibudidaya di Indonesia.


Kacang tanah dalam bahasa latin disebut arachis hypogeae, dan dapat tumbuh dengan tinggi hingga 30 cm.


ciri ciri kacang tanah


Jenis kacang ini sangat mudah diolah, hingga tidak jarang saat lebaran banyak hidangan makanan yang berbahan dasar kacang tanah antara lain seperti : kacang tojen, kue kacang, dan kacang telur.


Bahkan beberapa industri makanan pun menggunakannya sebagai bahan baku produknya.



Ciri Ciri Kacang Tanah yang Bagus dan Siap Panen


Lalu bagaimana sebenarnya ciri ciri dari tanaman kacang tanah ini?


Akan kita uraikan dalam penjelasan di bawah!


[lwptoc skipHeadingLevel=”h2″]

1. Daun


1. Daun


Ciri ciri yang pertama yaitu pada daun, diketahui bahwa daun pada tanaman kacang ini bersifat majemuk dengan bentuk menyirip genap, dimana pada 1 tangkai terdapat 4 anak daun.


Anak daun pada tanaman kacang tanah berfungsi untuk menyerap cahaya matahari, dan akan gugur pada akhir pertumbuhan tanaman, atau sebagai pertanda bahwa tanaman terkena penyakit.


Jadi selain sebagai pertanda usia siap panen, kamu juga harus memperhatikan daun tanaman yang gugur sebelum masa gugurnya.




2. Bunga


2. Bunga


Bunga tanaman ini berwarna kuning dengan tabung kelopak berwarna putih.


Bunganya hanya berumur 1 hari, dan mekar pada saat pagi hari lalu akan layu saat sore hari.


Bunga akan melakukan penyerbukan saat kelopaknya mekar.




3. Buah


3. Buah


Sama seperti tanaman buah pada umumnya, kacang tanah juga akan berbuah setelah terjadi penyerbukan.


Buah pada tanaman kacang tanah berbentuk polong.


Mula-mula ujung ginofora yang berbentuk runcing akan mengarah ke atas, lalu tumbuh mengarah ke bawah dan masuk ke dalam tanah.


Ginofora akan tumbuh hingga mencapai 18 cm.




4. Biji


4. Biji


Siapa yang menyangka bahwa ternyata biji kacang tanah memiliki aneka warna, warna-warna pada biji tersebut antara lain : putih, merah, ungu, dan kesumba.


Hingga kamu jangan heran jika nantinya menemukan kacang tanah yang berbeda warna dengan warna bijinya yang sering dilihat pada umumnya.


Kacang tanah pada umumnya berwarna kesumba.




5. Akar


5. Akar


Akar tanaman kacang tanah berjenis akar tunggang.


Sama seperti fungsi akar pada tanaman lainnya, akar tanaman ini berfungsi menyerap, tetapi sifatnya hanya sementara.


Sebab akar-akar pada tanaman kacang tanah mulanya menjadi akar sementara yang akan mati dan berganti menjadi akar tetap.


Namun, penyerapan makanan tidak hanya dilakukan melalui akar, tetapi juga dengan bantuan alat penghisap pada bulu polong yang berfungsi sebagai bulu-bulu akar.


Nah, itu dia 5 ciri khas pada tanaman kacang tanah.


Apakah kamu berminat menanam tanaman ini di kebunmu?


Tanaman ini dapat menjadi aset bercocok tanam yang bernilai ekonomis dan menjanjikan.



Sumber er.com

Senin, 13 April 2020

7 Penjelasan Perbedaan Tanaman Dikotil dan Monokotil

Perbedaan Dikotil dan Monokotil – Pernahkah kamu berkebun atau menanam beberapa tanaman?


Jika iya, tentu kamu akan mengetahui bahwa ada beberapa tanaman yang dapat ditanam dengan bijinya dan ada juga yang dapat ditanam dengan batangnya.


Tidak semua jenis tanaman akan memiliki biji dan tidak semua tanaman berbiji akan terlihat sama.


Tanaman berbiji dibedakan menjadi 2 yaitu tanaman dikotil dan monokotil.


Ke-2 nya memiliki banyak perbedaan terutama pada bentuk fisik tanaman tersebut.


Dalam menentukan perawatan tanaman sangat diperlukan metode yang sesuai dimana hal tersebut tentu saja akan berdampak langsung terhadap hasil yang ingin diperoleh dari tanaman tersebut.





Perbedaan Dikotil dan Monokotil Secara Morfologi dan Anatomi


Perbedaan Dikotil Dan Monokotil Secara Morfologi Dan Anatomi


Untuk mempermudah kamu dalam memahami perbedaan antara tanaman dikotil dan monokotil, simak uraian penjelasan berikut!


[lwptoc skipHeadingLevel=”h2″]


Keping biji


Keping Biji


Jumlah keping biji pada tanaman dipengaruhi oleh ada atau tidak adanya pembelahan pada pembentukan kecamba.


Pada tanaman dikotil kecamba mengalami proses pembelahan pada bijinya sehingga memiliki 2 keping dan pembelahan kecamba tersebut tidak terjadi pada tanaman monokotil, sehingga tanaman monokotil hanya memiliki satu buah keping biji.




Daun


Daun


Daun adalah suatu bagian terpenting bagi tumbuhan dimana daun berperan seperti dapur yang dapat berfungsi sebagai tempat memasak makanan untuk membantu keberlangsungan hidup pada suatu tanaman.


Perbedaan selanjutnya yang dapat kita lihat pada tanaman dikotil dan monokotil adalah pada bentuk serta tulang daun tanaman.


Pada tanaman dikotil, daun memiliki bentuk yang lebar dan simetris serta memiliki bentuk tulang daun yang menyirip.


Sedangkan pada tanaman monokotil, daun tanamannya berbentuk memanjang seperti pita dan memiliki bentuk tulang daun yang melengkung dan sejajar.




Akar


Akar


Jika kita melihat bentuk akar tanaman lebih seksama maka kita akan melihatnya dengan bentuk yang berserabut sedikit serta berserabut lebat.


Akar pada tanaman dikotil berbentuk tunggang, kuat dan pada saat tumbuh akan mampu menembus lapisan tanah untuk menyerap makanan yang diperlukan tanaman, akan tetapi akar pada tanaman dikotil tidak memiliki tudung akar dan kaliptra.


Berbeda dengan tanaman dikotil, akar pada tanaman monokotil akan berbentuk serabut dengan ukuran yang kecil dan tipis, kelebihan pada akar tanaman monokotil adalah adanya tudung akar dan kaliptra yang dimilikinya.




Bunga


Bunga


Perbedaan selanjutnya yang dapat kamu lihat dengan mudah antara tanaman dikotil dengan tanaman monokotil adalah bunga pada tanaman dikotil memiliki kelopak bunga dengan jumlah kelipatan 4-5 dan memiliki 3 pori pada serbuk sarinya.


Sebaliknya pada tanaman monokotil jumlah kelopak bunga yang dimiliki adalah kelipatan bilangan 3 dan hanya memiliki 1 pori pada serbuk sarinya.




Batang


Batang


Perbedaan selanjutnya dapat kita lihat pada bentuk batang tanaman dimana bentuk batang pada tanaman dikotil adalah berkayu, bercabang, dan memiliki kambium yang terletak diantara xilem dan floem yang akan terlihat saat kulit batang disayat.


Sebaliknya pada tanaman monokotil memiliki bentuk batang yang tidak berkayu, tidak bercabang, dan juga tidak memiliki kambium.




Berkas Pengangkut


Berkas Pengangkut


Perbedaan ini tidak dapat kamu lihat secara langsung sebab terdapat pada sistem jaringan tumbuhan dimana pada tanaman dikotil berkas pengangkut terletak secara teratur yaitu xylem terletak di dalam kambium, sedangkan floem terletak di luar kambium.


Pada tanaman monokotil berkas pengangkut yang terdapat di dalam sistem jaringannya tidak teratur.




Pertumbuhan Akar dan Batang Tanaman


Pertumbuhan Akar Dan Batang Tanaman


Perbedaan selanjutnya dapat kamu amati dalam waktu yang lama atau dalam penelitian secara observasi dengan bantuan alat pengukur setiap harinya.


Pertumbuhan akar dan batang pada tanaman dikotil akan tumbuh secara membesar disebabkan adanya kandungan kambium pada batang tanaman.


Kebalikannya pada akar dan batang tanaman monokotil akan tumbuh secara stagnan dan tidak dapat membesar akibat tidak adanya kandungan kambium pada batang tanaman.


Itulah 7 perbedaan yang terdapat pada tanaman dikotil dan tanaman monokotil dimana 6 diantaranya dapat kamu lihat melalui bentuk fisik tanaman.


Untuk mempermudah kamu memahami perbedaan tersebut silahkan kamu lihat pada masing-masing contoh tanaman dimana pada tanaman dikotil kamu dapat mengamatinya pada tanaman albisia, asem, bayam, bugenvil, buncis, jeruk bali, delima, kacang ercis, cabai merah, jambu batu, tomat, karet, belimbing wuluh, beringin, bunga pukul 4, ceremai, tembakau, flamboyant, dan limau.


Sedangkan ciri pada tanaman monokotil kamu dapat melihatnya pada tanaman padi, jagung, slak, jahe, tebu, aren, kunyit, bawang putih, bawang merah, sagu, pisang, eceng gondok, lengkuas, bamboo, melon, buah naga, sawo, vanilli, iris, dan alang-alang.



Sumber er.com