Tampilkan postingan dengan label Bangunan irigasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangunan irigasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2020

Mengenal Metode Jaringan Dan Bangunan Irigasi

A. JARINGAN IRIGASI
Mengenal Sistem Jaringan dan Bangunan Irigasi Mengenal Sistem Jaringan dan Bangunan Irigasi
Sumber : Google.com
Dalam jaringan Irigasi ada 4 komponen pokok dari sistem jaringan irigasi adalah: 
1). Bangunan utama
2). Jaringan pembawa dan kelengkapan bangunannya
3). Saluran pembuang
4). Petak tersier. 

1). Bangunan Utama
Bangunan-bangunan utama (head works) dimana air diambil dari sumbernya, biasanya sungai atau waduk. Bangunan utama ialah sebuah komplek bangunan yang direncanakan dibangun di sepanjang sungai atau ajaran air untuk membelokkan air ke kanal irigasi. Bangunan utama dapat menertibkan debit dan meminimalisir sedimen yang masuk ke susukan irigasi. Bangunan utama terdiri dari: bangunan pengelak dengan peredam energy, pengambilan utama, pintu bilas, bak olak, kantung lumpur, dan tanggul banjir. Bendungan (weir) berfungsi untuk menertibkan atau meninggikan tampang air sampai dapat disadap. Selain itu, ada penyadapan bebas atau penyadapan pada waduk atau penyadapan dengan pompa kalau pengaliran secara gravitasi dengan meninggikan wajah air tak mungkin.

2). Jaringan Pembawa dan Kelengkapan Bangunannya
Jaringan pembawa berisikan jaringan utama dan jaringan tersier. Jaringan kanal utama terdiri dari jalan masuk primer dan jalan masuk sekunder. Sedangkan jaringan tersier berisikan atas saluran serta jalan masuk kuarter di petak tersier. Dalam jalan masuk tersebut dilengkapi dengan kanal pembagi, bangunan sadap tersier, bangunan bagi sadap dan bok – bok tersier. Bangunan sadap tersebut mampu pula berfungsi sebagai bangunan ukur atau cuma mampu berfungsi selaku pengatur debit. Dalam kanal primer atau sekunder dilengkapi dengan bangunan pengatur paras dan pada kanal pembawa dengan pedoman super kritis dilengkapi bangunan terjun, got miring. Pada kanal pembawa sub kritis dilengkapi dengan bangunan talang, sipon, jembatan sipon, bangunan pelimpah, bangunan penguras, kanal pembuang samping dan jalan jembatan.

3). Saluran Pembuang
Saluran pembuang terdiri dari susukan pembuang utama, yaitu susukan yang menampung keunggulan air dari jaringan sekunder dan tersier keluar kawasan irigasi. Saluran pembuang tersier yakni akses yang memuat dan mencampakkan kelebihan air dari petak sawah ke jalan masuk pembuang primer atau sekunder.

4). Petak Tersier
Petak tersier terdiri dari kumpulan petak sawah (100 ha, 150 ha) yang dilengkapi dengan jalan masuk tersier, serta akses kuarter. Dalam operasi dan pemeliharaannya, petak tersier ini telah menjadi tanggung jawab dari petani pemakai air.

B. BANGUNAN IRIGASI
Mengenal Sistem Jaringan dan Bangunan Irigasi Mengenal Sistem Jaringan dan Bangunan Irigasi
Sumber : Google.com
Bangunan - Bangunan Irigasi adalah : 
1). Bangunan Bagi dan Sadap 
Bangunan bagi terletak di jalan masuk primer dan sekunder pada suatu titik cabang dan berfungsi untuk membagi aliran antara dua susukan atau lebih. Bangunan sadap tersier mengalirkan air dari akses primer atau sekunder ke kanal tersier akseptor. Bangunan bagi dan sadap mungkin digabung menjadi satu rangkaian bangunan. Boks-boks bagi di terusan tersier membagi anutan untuk dua jalan masuk atau lebih (tersier, subtersier, dan/atau kuarter).

2). Bangunan Pengukur dan Pengatur
Aliran akan diukur di hulu (kolot) susukan primer, di cabang jalan masuk jaringan primer dan di bangunan sadap sekunder maupun tersier. Peralatan alat ukur dapat dibedakan menjadi alat ukur pemikiran atas bebas (free overflow) dan alat ukur pedoman bawah (underrflow). Beberapa dari alat-alat pengukur mampu juga dipakai untuk mengontrol anutan air.

3). Bangunan Pelengkap
  1. Tanggul-tanggul dibutuhkan untuk melindungi tempat irigasi terhadap banjir yang berasal dari sungai, kanal pembuang yang besar atau bahari. Pada lazimnya tanggul diharapkan di sepanjang sungai sebelah hulu bending atau di sepanjang akses primer
  2. Pintu bangunan di kanal lazimnya dibentuk dari baja. Dalam tolok ukur bangunan irigasi diberi detail-rincian lengkap tentang ukuran dan tipe persyaratan pintu. Adapun tipe-tipe pintu standar yakni selaku berikut : 1). Pintu Gerak; 2). Pintu Crump de Gruyter; 3). Pintu Sorong.
  3. Fasilitas-akomodasi eksploitasi, dibutuhkan untuk eksploitasi jaringan irigasi secara efektif dan kondusif. Fasilitas-akomodasi tersebut antara lain mencakup : kantor-kantor di lapangan, bengkel, jaringan komunikasi, papan eksploitasi, dan sebagainya.
  4. Bangunan-bangunan tambahan yang dibentuk sepanjang saluran, mencakup :
    • Pagar, rel pengaman, dan sebagainya, guna menunjukkan pengaman di saat-waktu terjadi keadaan darurat.
    • Kisi-kisi penyaring untuk mencegah tersumbatnya bangunan sipon dan gorong-gorong panjang oleh benda-benda yang hanyut.
    • Jembatan-jembatan untuk kebutuhan penyebrangan bagi petani atau penduduk.
Untuk mengetahui perihal tugas teknik sipil dalam bidang irigasi, bisa di baca dalam postingan yang ini Irigasi Bagi Teknik Sipil





Sumber https://www.ruang-sipil.com/