Kamis, 02 Juli 2020

Tipe Jembatan Berdasarkan Materi Bangunanan

TIPE JEMBATAN BERDASARKAN BAHAN

Ngomongin wacana jembatan, bahwasanya sangat luas, seluas cintaku padamu 😍, (iya kamuuu) 😝 makanya pada postingan kali ini aku mau dongeng sedikit wacana jenis-jenis jembatan menurut  bahan bangunannya dahulu ya !! Jembatan mampu dikelompokkan sebagi berikut :
1.      Jembatan kayu

Gambar 1. Jembatan Kayu
Jembatan kayu ialah jembatan sederhana yang memiliki panjang relatif pendek dengan beban yang diterima relatif ringan. Meskipun pembuatannya memakai materi utama kayu, struktur dalam penyusunan rencana atau pembuatannya mesti mengamati dan mempertimbangkan ilmu gaya (mekanika).

2.      Jembatan pasangan batu dan batu bata

Gambar 2. Contoh Jembatan Batu
Jembatan pasangan batu dan bata ialah jembatan yang konstruksi khususnya terbuat dari kerikil dan bata. Untuk menciptakan jembatan dengan  batu dan bata umumnya konstruksi jembatan mesti dibentuk melengkung. Seiring pertumbuhan jaman jembatan ini telah tidak digunakan lagi.

3.      Jembatan beton bertulang dan jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge)
Gambar 3. Jembatan dari Beton Bertulang
Jembatan dengan beton bertulang kebanyakan hanya digunakan untuk bentang jembatan yang pendek. Untuk bentang yang panjang seiring dengan pertumbuhan jaman didapatkan beton prategang. Dengan beton prategang bentang jembatan yang panjang mampu dibuat dengan gampang.

4.      Jembatan Baja
Gambar 4. Contoh jembatan dari Baja
Jembatan baja pada umumnya digunakan untuk jembatan dengan bentang yang panjang dengan beban yang diterima cukup besar. Seperti halnya beton prategang, penggunaan jembatan baja banyak dipakai dan bentuknya lebih bermacam-macam, sebab dengan jembatan baja bentang yang panjang ongkosnya lebih irit.

5.      Jembatan Komposit

Gambar 5. Contoh jembatan komposit
Jembatan komposit ialah perpaduan antara dua bahan yang serupa atau berlawanan dengan mempergunakan sifat menguntungkan dari masing – masing bahan tersebut, sehingga kombinasinya akan menghasilkan komponen struktur yang lebih efisien. Ditinjau dari fungsinya maka jembatan dapat dibedakan menjadi :
a.       Jembatan jalan raya (highway bridge)
Jembatan yang dijadwalkan untuk memikul beban kemudian lintas kendaraan baik kendaraan berat maupun ringan. Jembatan jalan raya ini menghubungkan antara jalan satu ke jalan lainnya.
b.      Jembatan penyeberangan (foot bridge)
Jembatan yang dipakai untuk penyeberangan jalan. Fungsi dari jembatan ini yakni untuk menunjukkan ketertiban pada jalan yang dilewati jembatan penyeberangan tersebut dan menunjukkan keselamatan serta meminimalkan faktor kecelakaan bagi penyeberang jalan.
c.       Jembatan kereta api (railway bridge)
Jembatan yang dirancang khusus untuk dapat dilintasi kereta api. Perencanaan jembatan ini dari jalan rel kereta api, ruang bebas jembatan, hingga beban yang diterima oleh jembatan diubahsuaikan dengan kereta api yang melewati jembatan tersebut.
d.      Jembatan darurat
Jembatan darurat adalah jembatan yang direncanakan dan dibuat untuk kepentingan darurat dan lazimnya dibentuk cuma sementara. Umumnya jembatan darurat dibuat pada dikala pembuatan jembatan baru dimana jembatan usang mesti dijalankan pembongkaran, dan jembatan darurat dapat dibongkar sehabis jembatan baru mampu berfungsi.
 Ditinjau dari tata cara strukturnya maka jembatan mampu dibedakan menjadi : 
  1. Jembatan lengkung (arch bridge)
  2. Jembatan gelagar (beam bridge)
  3. Jembatan Kabel (cable-stayed)
  4. Jembatan gantung (suspension bridge)
  5. Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge)
  6. Jembatan rangka (truss bridge)
  7. Jembatan box girder

Untuk lebih jelas perihal jenis jembatan berdasarkan sistem struktur, dapat dibaca di artikel ini  Jenis Sistem Struktur Jembatan




Sumber https://www.ruang-sipil.com/


EmoticonEmoticon