Selasa, 16 Juni 2020

Perbedaan Baja Konvensional Dan Baja Ringan

Oke di artikel ini, kita mau diskusikan wacana apa sih bedanya Baja Konvensional dan Baja Ringan ? sebetulnya jikalau dari namanya aja pasti kita telah tau bedanya. Umumnya bila baja biasanya kita tau ukurannya pasti besar, mempunyai beban berat, dan umumdi gunakan untuk konstruksi - konstruksi besar mirip Menara Pemancar, Jembatan, Gudang - gudang besar, dan masih banyak lagi. Nah jikalau baja ringan, niscaya eksklusif yang tersirat dipikiran kita sebab ada kata 'ringan' niscaya adalah baja namun mempunyai beban yang ringan. 
Yups, sesungguhnya secara sederhana apa yang kita simpulkan sudah benar, namun disini kita mau lihat sisi teknis yang lebih mendalam lagi tentang perbedaan dari BAJA DAN BAJA RINGAN. 

BAJA KONVENSIONAL

 kita mau bahas tentang apa sih bedanya Baja Konvensional dan Baja Ringan  Perbedaan Baja Konvensional dan Baja Ringan
SUMBER : GOOGLE.COM
Definisi Baja adalah logam paduan, dimana logam besi (Fe) yang berfungsi selaku bagian dasar dicampur dengan beberapa unsur lainnya, tergolong unsur karbon (C). Kandungan komponen karbon dalam baja berkisar antara 0.2% - 2.1% dari berat total baja tersebut sesuai grade-nya. Walaupun unsur utama pembentuk baja ialah besi (Fe) dan Karbon (C) tetapi ada komponen kimia lain lagi yang terlibat dalam pembentukan baja ini, diantarannya yakni mangan, fosfor, belerang, silikon, oksigen, nitrogen dan alumunium. 


BAJA RINGAN

 kita mau bahas tentang apa sih bedanya Baja Konvensional dan Baja Ringan  Perbedaan Baja Konvensional dan Baja Ringan
SUMBER : GOOGLE.COM
Definisi dari Baja Ringan adalah Baja bermutu tinggi dimana baja ringan ini mempunyai kekuatan yang tidak kalah dengan baja konvensional  namun memiliki performa fisik yang unik yaitu lebih tipis dan mempunyai beban yang ringan. Baja ringan memiliki tegangan tarik tinggi yaitu (G550) maksudnya berpengaruh tariknya bisa mencapai 550 MPa. disamping itu, baja ringan ini mempunyai modulus geser 80.000 MPa dan Modulus Elastisitasnya 200.000 MPa, sama kayak baja konvensional kan ?? 
Dalam pemilihan baja ringan pun tidak sembarang pilih, misalnya kita akan memilih baja ringan untuk di gunakan pada struktur bangunan misalnya atap maka kita akan gunakan baja ringan dengan besar lengan berkuasa tarik 550 MPa sedangkan bila akan dipakai pada bagian non struktur maka cukup dengan memakai baja ringan dengan tegangan tarik yang lebih rendah misalnya mutu G300 atau G250, yang niscaya harganya pun berlawanan. 

Nah kini kita mau lihat perbedaan yang signifikan dari baja konvensional dan baja ringan ini. yang pertama ialah : 

1. Proses Pembentukan
Dari segi proses pembentukannya, baja konvensional dibentuk dikala masih berwujud liquid atau cairan dengan suhu yang sangat panas. Cairan baja tersebut akan dituang ke cetakan dengan teknik khusus yang tidak sembarang orang bisa melakukannya.
Beda halnya dengan baja ringan yang dibentuk dikala suhu cairan baja mulai agak hambar. Perbedaan suhu tersebut menjadi aspek penyebab berat dan tidaknya massa besi baja itu.

2. Berat
Seperti yang singgung di permulaan artikel, yang pasti perbandingan berat dari baja ringan dan baja konvensional menjadi sangat signifikan. Baja Konvensional dengan bentuk dan ukurannya yang besar lebih baik bila di gunakan menjadi struktur utama seperti tiang kolom atau pilar karena akan lebih efektif dalam penyaluran beban sedangkan baja ringan akan lebih efisien kalau digunakan pada struktur yang lebih membutuhkan berpengaruh tarik tinggi tapi materialnya tetap ringan mirip pengerjaan atap alasannya adalah akan menggurangi beban yang mesti di terima gedung/konstruksi tersebut. 

3. Komposisi Karbon. 
Kadar kandungan karbon dalam baja ringan sekitar 0.16% - 0.29% dari total berat sedangkan kadar karbon dalam baja konvensional meraih 0.3% - 1.7 % dari berat total. Perbedaan komposisi kandungan karbon ini sungguh mempengaruhi kekuatan dan daktalitas baja. Semakin banyak kandungan karbon, maka tingkat kekerasan dan kekuatan tarik akan tinggi tapi hal ini akan menjadikannya menjadi getas dan tentu saja tidak giat. 

4. Kekuatan
Dari segi kekuatan, baja konvensional masih lebih unggul di bandingkan baja ringan karena baja konvensional banyak mengandung karbon sehingga menjadikan baja konvensional lebih kaku dan berpengaruh dalam menerima beban tapi tentunya tidak giat ya !!. 

5. Daktalitas
Nah jika soal daktalitas pasti baja ringanlah pemenangnya, alasannya lebih daktail atau elastis di bandingkan dengan baja konvensional. 


Oke, sampailah kita pada kesimpulan bahwa BAJA RINGAN dan BAJA KONVENSIONAL memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing, Soo... seleksilah material mana yang hendak kalian gunakan dengan pastinya menyesuaikan keadaan lapangan dan proyek yang akan di kerjakan. berikut yakni acuan proyek yang aku kerjakan, dengan memakai variasi antara pipa Galvanis sebagai tiang, beton sebagai kolom, dan konstruksi atap dengan Baja Ringan. 
 kita mau bahas tentang apa sih bedanya Baja Konvensional dan Baja Ringan  Perbedaan Baja Konvensional dan Baja Ringan
TERIMAKASIH




Sumber https://www.ruang-sipil.com/


EmoticonEmoticon