Rabu, 20 Mei 2020

Metode Konstruksi Fondasi Sarang Keuntungan - Laba

Sebagai WNI kita tentu sangat berbangga alasannya kita mempunyai orang - orang yang ahli dalam bidang konstruksi sipil, contohnya saja Bapak Prof. Dr. Ir. Sedijatmo yang sudah memperoleh Fondasi Cakar Ayam yang sangat bermanfaat untuk kita semua sampai saat ini. 
Tidak hanya sampai disitu, kita juga memiliki satu jenis fondasi yang sudah dipatenkan dan menjadi hasil penemuan dari Indonesia. Fondasi ini adalah Fondasi Sarang Laba - Laba atau lebih dikenal selaku Fondasi Konstruksi Sarang Laba - Laba (KSLL). Penemu fondasi ini adalah Ir. Ryantori dan Ir. Sutjipto pada tahun 1976 dengan nomor paten 7191 lisensi dan pengembangan oleh PT. Katama Suryabumi.
Sumber : Google.com
Fondasi Konstruksi Sarang Laba - Laba (KSLL) merupakan pondasi dangkal konvensional, kombinasi antara tata cara pondasi plat beton pipih menerus dengan tata cara perbaikan tanah. Pada prinsipnya, pekerjaan KSLL cuma ada dua, yaitu : 

1). Memanfaatkan tanah  selaku bab dari struktur pondasi. Pemanfaatan tanah yang mencapai 90% bahan konstruksi ini membuat KSLL menjadi lebih ekonomis, dengan meminimalisir penggunaan beton dan besi beton.

2). Menyatukan unsur-elemen pada tata cara pondasi menjadi satu kesatuan fungsi yang serasi dan monolit. Dengan demikian jika terjadi penurunan yang terjadi bukan sebagian, tetapi seluruhnya.

Kelebihan Fondasi KSLL yaitu :
1). Sistem pondasi memiliki kekakuan ( Rigidity) jauh lebih tinggi dan bersifat monolit dibanding dengan sistem pondasi dangkal lainnya.

2). Plat Konstruksi  Sarang Laba-Laba didesain berfungsi ganda untuk plat pondasi, septictank, kolam reservoir, lantai, pondasi tangga, kolom praktis dan dinding.

3). Rib konstruksi KSLL berfungsi selaku penyebar tegangan atau gaya-gaya yang melakukan pekerjaan pada kolom.

4). Pekerjaan pondasi membutuhkan waktu yang singkat karena memakai tata cara ban berlangsung dan padat karya yang sederhana dan tidak menuntuk kemampuan tinggi.

5). Pembesian rib dan plat cukup dengan pembesian minimum, 100 kg - 150 kg/m3 volume beton rata-rata 0,20 - 0,45 m3 beton/m2.

6). Pondasi tata cara KSLL akan menjadi sebuah sistem struktur bawah sungguh kaku dan kokoh serta kondusif kepada penurunan dan gempa.

7). Memamfaatkan tanah sampai bisa berfungsi sebagai struktur bawah dengan komposisi  lebih kurang 85% tanah dan 15% beton.

8). Sistem ini berhasil menjawab dilem yang timbul pada pondasi untuk gedung-gedung yang bertingkat tanggung antara 2 hingga dengan 8 lantai, yang didirikan diatas tanah dengan daya dukung rendah. Sedangkan untuk tanah dengan daya dukung baik mampu digunakan lebih dari 8 lantai.

9). Untuk gedung yang  memakai basement, ongkos konstruksi basement bisa diminimalkan, alasannya adalah pondasi bisa berfungsi ganda selaku lantai dan dinding basement.

10). Kemampuan memikul beban cukup tinggi. Untuk keadaan tanah yang kurang baik, misalnya tanah 0,4 kg/cm2, metode ini bisa untuk memikul beban titik/kolom hingga 750 ton.
Sumber : Google.com
Dalam penggunaannya sebagai pondasi yang memikul beban-beban terpusat dari kolom, maka sub rib-rib dikelola agar titik konferensi yang berhimpitan dengan titik kerja beban/kolom. Pada keadaan yang biasa, peil plat lantai/epilog KSLL diletakkan pada peil nol bangunan (atau sedikit di bawah peil nol bangunan). Dengan bentuk dan metode konstruksinya mirip itu, makan KSLL sudah membentuk sebuah lapisan batu karang yang cukup tebal, sehingga memiliki kekakuan dan kemampuan daya dukung yang cukup tinggi.

BACA JUGA : JENIS - JENIS FONDASI

Sistem kerja KSLL berbeda dengan metode pondasi yang lain. Pada metode-metode pondasi langsung lainnya, kebanyakan perbaikan tanah orisinil mendahului pekerjaan pondasi. Akibatnya, untuk kawasan dimana permukaan air tanahnya tinggi, membuat perbaikan tanah menjadi susah. Selain itu, kepadatan tanah yang dihasilkan kurang memuaskan. Sehingga dengan daya dukung tanahnya rendah resiko differensial settlement menjadi besar.

Pada tata cara KSLL, rib-rib konstruksinya dilaksanakan mendahului pekerjaan perbaikan tanah. Ukuran rib-rib yang tinggi, membuat perbaikan tanah menjadi lebih mudah, murah dan tepat. Mudah, karena perbaikan tanah yang dipadatkan berada di dalam petak-petak segitiga, sehingga tidak memungkinkan berpindah-pindah dikala pemadatan. Murah, sebab alat yang digunakan cukup tamping rammer yang kecil. Sempurna, alasannya adalah pada umumnya hasil pemadatan mencapai batas yang disyaratkan.

Pada kawasan-daerah yang air tanahnya tinggi, biasanya pekerjaan di bawah paras air tanah hanya mencapai 1/2 bab dari rib settlement. Hal ini dapat teratasi dengan mudah sebab luas galian yang relatif sedikit dan membentuk selokan memanjang; sehingga tidak terlalu sukar untuk membendung bab-bagian yang sedang dilaksanakan, untuk kemudian dipompa airnya.

Sedangkan untuk pengecoran rib konstruksi dan setengah bagian rib settlement bagian atas, kebanyakan tidak mengalami  kesulitan, alasannya adalah simpel seluruh pekerjaan akan dilaksanakan di atas wajah air tanah.

Plat beton pipis menerus itu pada bab bawahnya dikakukan oleh rib-rib  tegak tipis yang relatif tinggi, sehingga secara menyeluruh bentuk kotak terbalik. Rib-rib tegak dan kaku tersebut dikontrol membentuk petak-petak segitiga, dari terlihat atas, dengan hubungan kaku (rigit). Rib-rib ini terbuat dari beton bertulang. Rongga yang ada di bawah plat di antara rib-rib diisi dengan lapisan perbaikan tanah/pasir yang dipadatkan dengan baik, lapis demi lapis per 20 cm. Konstruksi ini mirip kotak beton raksasa terbalik. Ada tiga jenis rib, adalah:

BACA JUGA PENGERTIAN FONDASI RAFT ATAU FONDASI RAKIT


Sumber : Google.com
1). Rib Settlement, rib ini mempunyai ketinggian 200 cm s.d. 300 cm, dengan ketebalan 10 s.d. 15 cm yang berfungsi untuk menangani settlement. Posisi rib ini selalu mengelilingi gedung dibatasi setiap 200 m2. Rib ini melindungi dikala terjadi penurunan dengan cara menjaga tanah menyebar kesamping.

2). Rib Konstruksi, berfungsi untuk menyebarkan gaya pengkaku plat pondasi dan pelindung tanah yang sudah dipadatkan. Pada satu kolom dibagi 8 rib konstruksi dengan acuan diagonal. Tinggi rib konstruksi berkisar dari 50 cm s.d. 150 cm dengan ketebalan 10 cm s.d. 15 cm.

3). Rib Pembagi, jikalau jarak kolom lebih dari enam meter, dibutuhkan rib pembagi yang lebih pendek daripada rib konstruksi. Kaprikornus mekanisme penyaluran beban yaitu: kolom - rib - plat - tanah perbaikan terus disalurkan ke tanah pemikul.

Sumber https://www.ruang-sipil.com/


EmoticonEmoticon