![]() |
| Sumber : Google.com |
Beton mempunyai keunggulan adalah sangat berpengaruh dalam menahan beban tekan namun beton juga memiliki kelemahan adalah lemah dalam mendapatkan gaya tarik. Oleh sebab itu beton dibuat komposit dengan menggabungkan material yang kuat menahan gaya tarik yaitu besi tulangan ataupun baja. Perpaduan antara beton dan besi tulangan ini yang sering kita sebut selaku ''Beton Bertulang". Kekuatan beton sendiri ditentukan oleh beberapa faktor antara lain :
- Faktor Air Semen (FAS)
- Rasio Perbandingan materi - materi
- Mutu dari materi
- Modulus Halus Butiran (MHB) untuk agregat halus
- Ukuran maksimum agregat kasar
- Bentuk butiran agregat
- Kondisi pada saat melakukan
- Kondisi pada ketika pengerasan/perawatan.
Berdasarkan beratnya, beton mampu diklasifikasikan dalam beberapa macam antara lain :
1. Beton Normal
Beton Normal yakni beton yang memiliki berat isi berkisar (2200-2500) kg/m3 dengan memakai agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah. Beton jenis ini paling banyak digunakan dalam pelaksanaan proyek konstruksi dikarenakan proses pembuatannya (Mix Design) yang relatif mudah untuk dijalankan. Beton normal lazimnya digunakan untuk keperluan proyek dengan beban yang relatif kecil dan sedang contohnya rumah tinggal, ruko, kantor, gedung sekolah dll.
2. Beton Ringan
Beton ringan merupakan jenis beton yang memiliki berat isi berkisar (1400-1800) kg/m3. Beton ringan banyak dipakai untuk meminimalisir bobot beban mati dari struktur bangunan, teknologi yang sedang dikembangkan sekarang ini dalam penerapan beton ringan banyak diaplikasikan dalam pembuatan komponen-elemen struktur beton yang ringan misalnya panel dinding, plat, atap, komponen beton precash dan elemen struktur lain. Beton ringan biasanya dimodifikasikan dengan beberapa material ringan mirip sterofoam. Beton ringan dalam proses pembuatannya umumnya memakai agregat yang ringan pengganti agregat kasar/ batu dan materi pengisi berupa debu terbang (Fly Ash). Beton ringan juga mempunyai kelompok menurut tingkat kekuatannya antara lain beton ringan dengan kekuatan ringan (Beton Insulasi), kekuatan sedang dan beton ringan struktural. Dalam penelitian terbaru beton ringan mampu mereduksi efek dari gaya lateral gempa pada struktur bangunan utamanya bangunan tingkat tinggi (Tall Building) hal ini dikarenakan bobot massa bangunan yang berbanding lurus kepada efek gaya lateral gempa pada pusat massa bangunan.
3. Beton Massa
Beton massa merupakan beton yang digunakan untuk aplikasi pekerjaan yang memakai volume beton dan luasan permukaan yang relatif besar dan menerus misalnya pekerjaan pondasi rakit/raft foundation, dinding tanggul, bendungan, retaining wall dll. Beton massa mempunyai panas hidrasi yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan jenis beton yang lain, penggunaan jenis beton massa digunakan untuk menghindari terjadinya peningkatan panas hidrasi beton dikala dalam proses pelaksanaan/pengecoran yang lama yang dapat mengakibatkan terjadinya retak pada struktur beton balasan perbedaan suhu bagian luar dan bagian dalam beton. Adapun sistem yang umum dipakai dalam menghemat imbas panas hidrasi beton massa adalah dengan memakai air es/ memperbesar es pada gabungan beton, menggunakan pipa air/pemikiran air dalam beton dan dengan memakai pelapis insulasi pada permukaan beton agar pelepasan panas mampu terjadi secara perlahan-lahan sehingga suhu dalam beton dapat tersadar. Dalam penerapannya beton massa lazimnya menggunakan proporsi semen yang relatif lebih sedikit dikarenakan sifat semen yang condong melepaskan panas serta menggunakan agregat bergairah dengan ukuran yang relatif besar namun sesuai dengan tolok ukur yang diijinkan.
4. Beton Mutu Tinggi
Beton mutu tinggi merupakan beton yang memiliki kekuatan yang relatif cukup besar yaitu kuat tekan minimal > 41,4 MPa (SNI 03-6468-2000). Beton mutu tinggi lazimnya dipakai untuk elemen struktur yang memikul beban yang besar contohnya balok girder jembatan, pier, poer, spun pile pondasi, sheet pile, bagian struktur bangunan tingkat tinggi dll. Beton mutu tinggi biasanya selain memiliki berpengaruh tekan yang tinggi juga mempunyai kekurangan yaitu meningkatnya tingkat getasnya, oleh alasannya adalah itu bisanya beton mutu tinggi dimodifikasi dengan material serat/batang fiber untuk mengembangkan tingkat daktalitasnya. Beton kualitas tinggi dalam proses pembuatannya (Mix Design) senantiasa mempertahankan kadar air semen (Water/Cement Ratio) adalah berkisar 0,2-0,3 supaya tingkat porositas dalam beton dapat berkurang, namun tidak menetralisir sifat workability dikala proses pelaksanaannya adalah dengan penambahan bahan kimia superplastisizer. Teknologi beton kualitas tinggi terus diteliti dan dikembangkan, selaku contoh pergantian beton mutu tinggi menjadi beton berkinerja tinggi (Ultra High Performance Concrete -UHPC) dengan berpengaruh tekan dapat mencapai fc’= 240 MPa dan kini sedang dikembangkan beton reaktif yang dikenal dengan perumpamaan Reactive Powder Concrete - RPC dengan memakai material reaktif berukuran mikro – nano mirip silica dan Quartz. Dengan penggunaan beton mutu tinggi dimensi beton dapat direduksi sehingga secara otomatis mampu mengurangi bobot massa struktur bangunan. Dalam beberapa percobaan, beton mutu tinggi cenderung meminimalkan penggunaan ukuran agregat agresif yang besar tetapi lebih dititik beratkan pada tingkat kehalusan, kekerasan dari agregat yang dipakai.
5. Beton Berat
Beton berat merupakan beton yang memiliki berat isi berkisar > 3200 kg/m3. Beton berat intinya memiliki tingkat kerapatan dan bobot massa yang padat dan berat, beton berat banyak diaplikasikan pada konstruksi khusus contohnya dinding nuklir, tanur, silo, fasilitas pengujian, observasi atom dan kemudahan kesehatan dll yang memerlukan struktur dengan tingkat kerapatan dan massa yang cukup kompak sehingga susah untuk ditembus oleh paparan gas / radiasi. Beton berat pada umumnya dibuat dengan memakai material agregat yang berat seperti biji besi/logam atau material lain yang berat.

EmoticonEmoticon