Irigasi merupakan sebuah ilmu yang mempergunakan air untuk flora mulai dari berkembang sampai kurun panen. Air tersebut diambil dari sumbernya, dibawa lewat susukan, dibagikan terhadap tanaman yang memerlukan secara teratur, dan sehabis air tersebut terpakai, lalu dibuang melalui kanal pembuang menuju sungai kembali. Lantas mengapa orang Teknik Sipil mempelajari ilmu Irigasi ?
Coba amati informasi ini rekan - rekan sekalian : Irigasi merupakan perjuangan untuk mendatangkan air dengan membuat bangunan dan jaringan berupa susukan - akses untuk mengalirkan air guna kebutuhan pertanian, membagi-bagikan air ke sawah-sawah atau ladang-ladang dengan cara yang terstruktur dan membuang air yang tidak diperlukannya lagi, setelah air itu dipakai dengan sebaik mungkin.
Apakah rekan - rekan sekalian bisa melihat apa fungsi dari orang teknik sipil dalam proses irigasi ? Ya, fungsi kita yakni sebagai penyuplaijasa yang digunakan untuk menciptakan bangunan dan merencakan jaringan irigasi tergolong memfasilitasi segala hal yang berhubungan dengan jaringan irigasi agar tujuan dari irigasi untuk mengairi sawah dan ladang mampu tercapai. maka, sangatlah penting bagi kita orang sipil, untuk mengetahui ilmu irigasi. Lantas, Apa saja jenis - jenis irigasi ?
1). Irigasi Permukaan yaitu pengaliran air di atas permukaan dengan ketinggian air sekitar 10 - 15 cm di atas permukaan tanah. Irigasi permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air pribadi di sungai lewat bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas (free intake) kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi lewat akses sampai ke lahan pertanian. Di sini dikenal susukan primer, sekunder, dan tersier. Pengaturan air ini dilaksanakan dengan pintu air. Prosesnya ialah gravitasi, tanah yang tinggi akan menerima air lebih dulu.
2). Irigasi Lokal ialah cara air distribusikan dengan menggunakan pipa. Di sini juga berlaku gravitasi, di mana lahan yang tinggi mendapat air lebih dulu. Namun air yang disebar hanya terbatas sekali atau secara setempat.
3). Irigasi Penyemprotan adalah irigasi yang umumnya memakai cara penyemprotan air atau sprinkle. Air yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman menerima air dari atas, daun akan lembap lebih dahulu, kemudian menetes ke akar.
4). Irigasi dengan menggunakan pompa air. Air diambil dari sumur dan dinaikkan memakai pompa air, kemudian dialirkan dengan banyak sekali cara, contohnya dengan pipa atau akses. Pada musim kemarau irigasi ini mampu terus mengairi sawah.
5). Irigasi Tanah Kering dengan Terasisasi. Negara Afrika yang diketahui sebagai kawasan yang kering memakai metode ini. Ada beberapa sistem irigasi untuk tanah kering, yakni: irigasi tetes (drip irrigation), irigasi curah (sprinkler irrigation), irigasi saluran terbuka (open ditch irrigation), dan irigasi bawah permukaan (subsurface irrigation).
Selain untuk mengairi sawah atau lahan pertanian, irigasi juga memiliki tujuan lain, ialah :
1). Memupuk atau merabuk tanah. Air sungai juga memiliki zat – zat yang bagus untuk tumbuhan.
2). Membilas air kotor. Biasanya ini didapat di perkotaan. Saluran – saluran di tempat perkotaan berbagai terdapat kotoran yang hendak mengendap kalau dibiarkan, sehingga perlu dilaksanakan pembilasan.
3). Kultamase ini cuma dapat dikerjakan jikalau air yang mengalir banyak mengandung mineral, material agresif. Karena material ini akan mengendap jika kecepatan air tidak memadai untuk memindahkan material tersebut.
4). Memberantas hama, Gangguan hama pada tumbuhan mirip sudep, tikus, wereng dan ulat mampu diberantas dengan cara menggenangi permukaan tanah tersebut dengan air sampai batas tertentu.
5). Mengatur suhu tanah, Mengatur suhu tanah, misalnya pada suatu tempat suhu tanah terlalu tinggi dan tidak cocok untuk pertumbuhan tanaman maka suhu tanah dapat disesuaikan dengan cara mengalirkan air yang bermaksud merendahkan suhu tanah.
6). Membersihkan tanah, Membersihkan tanah, dikerjakan pada tanah yang tidak subur akibat adanya unsur-unsur racun dalam tanah. Salah satu usaha misalnya penggenangan air di sawah untuk melarutkan komponen-komponen berbahaya tersebut lalu air genangan dialirkan ketempat pembuangan.
7). Mempertinggi permukaan air tanah. Mempertinggi permukaan air tanah, misalnya dengan perembesan melalui dinding-dinding jalan masuk, permukaan air tanah dapat dipertinggi dan memungkinkan tumbuhan untuk mengambil air melalui akar-akar walaupun permukaan tanah tidak dibasahi.



EmoticonEmoticon