Rabu, 20 Mei 2020

Desain Green Construction Untuk Pembangunan Berkesinambungan

Konsep Green Construction Untuk Pembangunan Berkelanjutan  Konsep Green Construction Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sumber : Google.com
Green construction & Green Building adalah suatu konsep perihal membuat bangunan yang ramah lingkungan. Mengapa perlu dilakukan pembangunan yang ramah lingkungan atau pembangunan hijau? Tidak lain karena menurunnya kapasitas dan daya dukung lingkungan dari tahun ke tahun balasan pembangunan konstruksi, maka telah selayaknya penerapan desain green dalam pembangunan mesti dipraktekkan di setiap negara. Tujuan dari green construction dan green Building ini yaitu terwujudnya pembangunan berkesinambungan (Sustainable Development) yang mempunyai desain green
Konsep “Green” dalam pembangunan tidak bermakna tren menggunakan media vegetasi dalam dalam proses pembangunan, namun mengedepankan penerapan ramah lingkungan mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, pengoperasian hingga proses pembongkaran suatu bangunan. Dalam hal ini dikerjakan melalui proses konsep desain, pemilihan jenis material, metode kerja, penyeleksian peralatan kerja serta manajemen selama pengoperasian suatu bangunan. Lantas apa saja tujuan dari konsep konstruksi hijau? 
Konsep Green Construction Untuk Pembangunan Berkelanjutan  Konsep Green Construction Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sumber : Google.com
1. Mengurangi Polusi Selama Proyek
Konsep konstruksi hijau salah satunya ialah menghemat efek polusi  selama konstruksi berjalan. Polusi yang terjadi tentunya akan memperlihatkan imbas terhadap lingkungan misalnya pencemaran kepada lingkungan balasan abu dari material konstruksi, pencemaran udara akibat perlengkapan konstruksi, serta suara bising yang mengusik dari aktifitas peralatan konstruksi. Maka, hal – hal tersebut perlu di kurangi dengan adanya manajemen yang, tata cara dan pemilihan material dan perlengkapan yang lebih ramah lingkungan. 

2. Mengurangi Limbah Material 
Dalam hal ini tujuan dari Konstruksi Hijau adalah meminimalkan timbulnya limbah material selama proses konstruksi baik berasal dari material konstruksi seperti (Beton, Rebar, Kayu, Bata, Tegel, Agregat dsb) maupun material non konstruksi mirip (Kemasan, Kertas, Sterofoam kuliner, plastik minuman dsb). Hal ini dapat terwujud jikalau tugas Manajemen Waste Material Konstruksi sudah diterapkan dengan baik oleh pihak pelaksana selama proses konstruksi. Upaya ini setidaknya dapat mereduksi biaya yang hilang (Hidden Cost) dari anggaran total material yang dianggarkan dan juga dari faktor lingkungan dapat mengurangi volume pembuangan limbah material pada area pembuangan (Landfill) serta mampu meminimalkan kesempatanpencemaran lingkungan dari material B3 (Bahan Berbahaya dan beracun).

3. Efisiensi Penggunaan Energi
Selama proyek berlangsung pastinya penggunaan energi sungguh diperlukan untuk menunjang aktifitas konstruksi tersebut misalnya penggunaan energi listrik maupun materi bakar. Maka salah satu tujuan konstruksi hijau yakni mengupayakan penggunaan energi yang efisien dan optimal. Upaya – upaya yang mampu dilaksanakan dalam upaya efisiensi energi selama konstruksi misalnya : 
1. Mengurangi penggunaan komputer PC dan digantikan dengan laptop untuk menghemat konsumsi listrik
2. Mengurangi penggunaan AC pada direksi keet dengan cara membuat banyak jendela dan ventilasi. Kemudian direksi keet diberikan warna cerah contohnya putih agar radiasi panas mampu direduksi dengan baik. 
3. Menggunakan Lampu LED selama operasional proyek konstruksi semoga lebih irit energi listrik. 
4. Memilih jenis peralatan konstruksi yang mempunyai teknologi ekonomis energi materi bakar. 
Konsep Green Construction Untuk Pembangunan Berkelanjutan  Konsep Green Construction Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sumber : Google.com
4. Efisiensi Penggunaan Air
Dalam hal ini air yang digunakan selama proses konstruksi perlu dipakai secara maksimal dan efisien. Kita mampu mengupayakan menggunakan air yang berasal dari limpasan air hujan yang ditampung pada sebuah tampungan sementara. Dengan melaksanakan upaya efisiensi keperluan air setidaknya kita mampu menjaga ketersediaan air tanah kedepannya. 

Konsep Bangunan Hijau (Green Building) yakni konsep bangunan secara fisik yang mengedepankan upaya ramah lingkungan selama tahap pengoperasian lewat beberapa standar seperti penggunaan material bangunan, penggunaan energi, kondisi sirkulasi udara dan cahaya pada bangunan, konservasi air pada bangunan, pemanfaatan lahan dan manajemen lingkungan disekitar bangunan. Berdasarkan aturan Green Building Council Indonesia (GBCI), 2012 ada beberapa Rating Tools/Greenship atau parameter ukur sebuah bangunan dikategorikan sebagai Bangunan Hijau (Green Building) yang mampu diringkas sebagai berikut:

1. Appropriate Site Development
Dalam hal ini lebih ditekankan pada pemanfaatan lahan sebuah bangunan secara layak dan berkelanjutan mirip menawarkan area hijau, area untuk transportasi lazim, area untuk pengendara sepeda, area untuk landscape dsb.

2. Energy Efficiency and Conservation.
Penggunaan energi secara efisien selama operasional bangunan antara lain dengan memakai alat monitoring penggunaan energi listrik, penggunaan cahaya alami dengan memperbanyak kudapan, memperbanyak takjil ventilasi supaya udara dalam ruangan menjadi lebih sejuk sehingga penggunaan AC menjadi lebih berkurang dan penggunaan teknologi energi terbaharukan seperti penggunaan solar panel system.

3. Water Conservation.
Upaya efisiensi konsumsi air dengan memakai monitoring volume penggunaan air secara bersiklus, penggunaan air secara efisien, menggunakan teknologi sistem daur ulang air limbah, pemanfaatan teknologi pengelolahan tangkapan air hujan dsb.

4. Material Resource and Cycle.
Dalam hal ini memanfaatkan material bangunan yang lebih ramah terhadap lingkungan seperti menggunakan material yang dapat digunakan ulang kembali (refuse) atau didaur ulang (recycle) kembali, memakai material yang tidak mencemari lingkungan, memakai tata cara material yang terfabrikasi dan mempergunakan material setempat,

5. Indoor Health and Comfort.
Parameter bangunan hijau juga memprioritaskan ketentraman penghuni dalam suatu bangunan antara lain menjaga sistem sirkulasi udara dalam bangunan agar tetap nyaman, kenyamanan suhu bangunan, menjaga kegaduhan dalam bangunan, serta kenyamanan dalam hal visual terhadap bangunan.

6. Building Environmental Management.
Berupa administrasi pengelolahan limbah yang dihasilkan selama operasional sebuah bangunan dan upaya mereduksi polusi yang dihasilkan pada sebuah bangunan yang memiliki efek terhadap lingkungan disekitarnya.
Konsep Green Construction Untuk Pembangunan Berkelanjutan  Konsep Green Construction Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sumber : Google.com
Dalam merealisasikan Green Construction dan Green Building pasti diperlukan ongkos yang besar pada mulanya tetapi hal ini akan menjadi investasi dalam menunjukkan imbas nyata terhadap kelancaran hidup sebuah bangunan kedepannya. Peran kebijakan pemerintah juga sangat diperlukan untuk mendorong terwujudnya masyarakat konstruksi yang lebih mengedepankan rancangan ramah lingkungan dalam mendukung pembangunan yang berkesinambungan. 


Sumber https://www.ruang-sipil.com/


EmoticonEmoticon